detikNews
Jumat 14 September 2018, 14:25 WIB

Formappi: 68% Caleg Berusia Produktif, Sisanya 21% dari Milenial

Yulida Medistiara - detikNews
Formappi: 68% Caleg Berusia Produktif, Sisanya 21% dari Milenial Lucius Karus (Yulida/detikcom)
Jakarta - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) merilis hasil kajian anatomi daftar caleg sementara (DCS) Pemilu Legislatif 2019. Hasilnya, terdapat 21 persen caleg DPR berusia milenial.

"Mayoritas caleg berusia produktif, yaitu 36-59 tahun atau 68 persen, ditambah kelompok usia milenial berusia 21-35 tahun sebanyak 21 persen," kata peneliti Formappi Lucius Karus di kantornya, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Berdasarkan riset Formappi dari data DCS KPU, sebanyak 21 persen atau 930 caleg berusia 21-35 tahun, sebanyak 68 persen atau 3.013 caleg berusia 36-59 tahun. Sedangkan caleg berusia 60 tahun ke atas jumlahnya sedikit, yakni 11 persen atau 499 caleg.


Sementara itu, parpol yang paling banyak mengusung caleg milenial adalah PSI sebanyak 240 caleg, PPP sebanyak 142 caleg, dan Gerindra 98 caleg. Parpol yang paling banyak caleg berusia produktif adalah PKS 392 caleg, PAN 383 caleg, dan Golkar 367 caleg.

Ia mengatakan caleg berusia produktif dan milenial ini dapat memberikan efek positif pada kinerja DPR ke depan. Ia menyebut generasi milenial dapat menyelesaikan tugasnya dengan energik.

"Jika mayoritas anggota terpilih berusia produktif, seharusnya DPR 2019-2024 akan lebih energik dalam melaksanakan tugas mereka walaupun tetap harus dicatat bahwa faktor umur bukan satu-satunya yang menentukan gelora bekerja anggota DPR," ujar Lucius.

Formappi juga merilis tingkat pendidikan para caleg. Caleg DPR RI yang berpendidikan tinggi dari jenjang S1-S3 ada 75 persen. Lucius berharap caleg dengan pendidikan tinggi mempunyai kinerja yang baik.


Sementara itu, berdasarkan jenis latar belakang pekerjaan, sebanyak 2.229 atau 48 persen pekerja swasta. Terdapat 913 atau 20 persen caleg berlatar belakang politikus, sebanyak 681 atau 15 persen caleg berlatar belakang pekerja profesional. Juga 319 atau 7 persen berlatar belakang orang rumahan dan sebanyak 459 atau 10 persen berlatar belakang wiraswasta.

"Caleg dengan latar belakang pekerjaan swasta dan wiraswasta mendominasi daftar calon legislatif. Terhitung 58% caleg berlatar pekerjaan tersebut. Banyaknya caleg dari dua kalangan tersebut memunculkan pertanyaan soal motivasi atau tujuan mereka menjadi anggota legislatif. Apakah misi mereka menjadi legislator memang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat atau justru untuk mencari nafkah semata?" ujar Lucius.
(yld/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed