ADVERTISEMENT

Nur Mahmudi Minta Pemeriksaan Ditunda Setelah Tanggal 10 September

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 06 Sep 2018 11:34 WIB
Ilustrasi (Luthfy Syahban/detikcom)
Depok - Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi tidak datang memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dengan alasan sakit. Ia meminta pemeriksaannya ditunda.

"(Ditunda) setelah tanggal 10 (September). Kita insyaallah bisa mengikuti jadwal penyidik karena beliau harus periksa lagi ke dokter," kata Iim Abdull Halim, pengacara Nur Mahmudi, kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (6/9/2018).

Iim menyampaikan kliennya itu masih harus menjalani rawat jalan setelah terjatuh. Politikus PKS itu terjatuh saat bermain voli ketika ikut lomba 17 Agustusan.



"Terdorong oleh temannya yang lagi main voli, jadi seperti kena hook ya. Kemudian jatuh pas di bagian belakang kepala. Saya juga kaget pas kemarin ketemu, pernah denger juga pernah jatuh," ungkapnya.

Meski demikian, menurut Iim, kliennya itu tidak perlu dirawat di luar negeri.

"Nggaklah, saya kira nggak dibawa ke luar negeri," katanya.

Lebih jauh Iim menyampaikan, pada dasarnya Nur Mahmudi siap menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dia menyebut kliennya juga akan bersikap kooperatif.

"Oh ya, dia siap-siap menjalani. Terkait persiapan, ya kita ikuti saja. Saya belum tahu penyidik mengatakan apa, kita ikuti saja," tuturnya.

Nur Mahmudi sedianya diperiksa pukul 10.00 WIB tadi. Namun dia tidak bisa hadir dengan alasan masih sakit dan harus berobat jalan.





Tonton juga 'Gegara Korupsi Massal, Kerja Kedewanan DPRD Malang Tersendat':

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mei)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT