Kubu Prabowo vs Jokowi Soal Dolar Meroket

Tsarina Maharani - detikNews
Rabu, 05 Sep 2018 05:45 WIB
Ilustrasi Dolar AS (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Amukan nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah yang terus merangkak naik memantik kritikan pedas dari oposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dinilai gagal.

Dirangkum detikcom, Rabu (5/9/2018), kritik pedas soal kegagalan Jokowi itu datang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Fadli menilai kondisi rupiah yang terus melemah bisa menyebabkan kerontokan perekonomian di berbagai level.

"Jika rupiah terus melemah, bisa saja ada bank yang rontok, swasta tak mampu bayar utang, default, PHK dan banyak dampak ikutan lain. Pemerintah tak kelihatan berbuat apapun, tak ada intervensi kebijakan yang jitu. Inilah kegagalannya," ujar Fadli, Selasa (4/9/).


Menurut Fadli, kondisi saat ini ialah situasi terburuk bagi rupiah di era reformasi. Pemerintah, kata dia, gagal menghentikan depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

"Tak terlihat langkah-langkah nyata untuk mengendalikan situasi kecuali mencari alasan justifikasi akibat Turki, Argentina dan lain-lain," ucapnya.

Selain Fadli, Ketua DPP Gerindra Habiburokhman juga ikut berkomentar. Dia menganggap melemahnya nilai tukar Rupiah bisa menggerus elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, meroketnya dolar AS bisa berimbas pada harga-harga kebutuhan pokok.

"Ya saya rasa ada pemilu, nggak ada pemilu namanya pemerintahan kalau nggak bisa memenuhi ekspektasi, apalagi janji soal dolar begitu, pasti akan bermasalah. Kan itu akan berimbas dan sudah berimbas pada harga-harga. Jadi kita jangan ngomong pemilu, nggak ada pemilu pasti akan mempengaruhi (suara)," kata Habiburokhman.


Kritikan itu kemudian ditanggap parpol pengusung Jokowi. PDIP yakin pemerintahan Jokowi mampu mengatasinya.

"Pak Jokowi akan merespons dengan cepat. Kami punya pengalaman panjang dalam mengatasi krisis dan kami bertahan dan survive kita jauh di atas dunia sehingga ini mendorong optimisme kita bisa atasi masalah itu," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.


Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari, yang juga merupakan anggota Komisi XI DPR pun membela Jokowi. Bagi Eva, hampir seluruh dunia harus menghadapi keperkasaan dolar.

Eva lalu membandingkan nilai tukar rupiah dengan mata uang negara lain. Menurut dia, Jokowi berhasil menjaga nilai tukar Rupiah tak terpuruk.

"Indonesia relatif rendah depresiasi rupiahnya dibanding Turki, misalnya, yang hancur sehingga sekarang menjadi pasien IMF. Jadi Jokowi relatif berhasil menjaga rupiah tidak anjlok seburuk yang lain-lain," jelas Eva.


Golkar juga angkat bicara. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily memastikan Jokowi tak akan tinggal diam. Ia yakin pemerintah telah menyiapkan strategi-strategi untuk mencegah rupiah terus merosot.

Jokowi saat ini terus berupaya mengatasi lonjakan tersebut. Rapat dengan kementerian terkait juga digelar untuk mencari langkah-langkah antisipasi.

"Kan sudah rapat dengan menteri terkait, terkait dengan langkah-langkah mengatasi lonjakan mata uang rupiah dibandingkan dolar," ujar Ace.

Terakhir per Selasa (4/9), rupiah 'parkir' di level 14.930 per dolar AS. Akankah Rupiah menguat?



Saksikan juga video 'Prediksi PKS, Dolar Tembus Rp 15.000 dan Naik Terus!':

[Gambas:Video 20detik]

(tsa/rvk)