DetikNews
Selasa 04 September 2018, 21:12 WIB

Drama Roy Suryo: Nyinyir ke Jokowi, Lalu Menghilang

Bagus Prihantoro Nugroho, Ferdinan, Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Drama Roy Suryo: Nyinyir ke Jokowi, Lalu Menghilang Roy Suryo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) KRMT Roy Suryo kini seakan menghilang tanpa jejak. Padahal sebelumnya Roy aktif berkomentar seputar Asian Games 2018, dari opening hingga closing ceremony, lewat akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Roy tercatat mencuit terakhir kali hari ini, Selasa (4/9/2018) pukul 12.59 WIB. Kali ini dia mendoakan Kemenpora sukses menggelar Asian Para Games 2018.

"Tweeps, Selamat mempersiapkan ASIAN PARA GAMES 2018 yg akan diikuti 41 Negara & Mempertandingkan total 18 CabOR Semoga sukses @KEMENPORA_RI," tulis dia.



Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu mulanya mengomentari video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diperlihatkan melakukan aksi ekstrem dengan motor gede untuk pembukaan Asian Games 2018. Belakangan diketahui, dalam video tersebut, sebagian adegan dilakukan oleh stuntman alias pemeran pengganti.

Roy mengkritik tayangan itu dan menyatakan seharusnya ditulis keterangan tentang pemeran profesional. Beberapa hari kemudian, dia berkomentar pula tentang perolehan medali tim Indonesia di Asian Games.



"Tweeps, Target REALISTIS Indonesia selaku TUAN RUMAH Asian Games: 31 (Tiga puluh satu) Emas, Alhamdulillah sudah 22," tulis dia dengan mencantumkan tautan berita yang mendukung pendapatnya itu.

Hingga akhirnya tim Indonesia mendapat 31 emas dan Roy pun mengucapkan apresiasi. Tapi kemudian dia mengungkit soal pencapaian dalam SEA Games 2011 saat Indonesia juga menjadi tuan rumah.

"Jangan lupa Indonesia selaku TUAN RUMAH: - 2011 Sea Games JUARA UMUM - 2014 Islamic Solidarity Games JUARA UMUM Sekarang #4 Selamat. Jangan lupa prestasi Indonesia di era ini: - 2017 Sea Games di Malaysia urutan 5 - 2017 Islamic Solidarity Games di Baku urutan 8," tulis dia.



Tentu saja pernyataan-pernyataan Roy Suryo ini mendapat reaksi pedas dari kubu pendukung Presiden Jokowi. Bahkan ada yang mempertanyakan prestasi Roy selama menjabat Menpora.

"Ini juga yang membuat saya bingung. Orang ini kerjaannya selalu nyinyir seperti tak rela orang lain berprestasi. Saya tidak ingat prestasi apa yang dibuat yang bersangkutan ketika menjadi Menpora. Atau karena tidak ada prestasi sehingga tidak ada satu pun yang bisa diingat oleh anak bangsa," ujar Wasekjen PPP Ahmad Baidowi, Senin (3/9).

Akhirnya, Ketua Umum PD sekaligus presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), justru memberi dua jempol atas pelaksanaan Asian Games 2018. SBY merasa bangga.

"Prestasi Indonesia dalam Asian Games 2018 ini harus kita syukuri dan acungi 2 jempol. Kita semua bangga," cuit SBY di Twitter-nya, Senin (3/9).

Lewat cuitannya, SBY juga menyampaikan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Asian Games tersebut. Dia juga mengaku bangga terhadap para atlet Tanah Air yang menorehkan prestasi membanggakan.

"Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga Asian Games 2018 ini sukses besar," ucap SBY.

Sebelum SBY memberi apresiasi lewat Twitter, sebetulnya Roy juga telah mengucapkan hal senada. Dia bahkan mengapresiasi perpres yang diteken oleh Presiden Jokowi.

"Terlepas dari kritik demi kemajuan Prestasi OR, Saya mengapresiasi Presiden @jokowi atas Perpres No 48/2017 yg membuat semua lancar. At last but not least soal AG-2018 Tweeps, Selamat & sukses Indonesia, semoga Prestasi ini dipertahankan di Olimpiade, minimal Sea Games yad," tutur dia.

Di tengah ramainya reaksi soal komentar-komentar Roy Suryo ini, surat Kemenpora yang menagih barang aset negara ke dirinya jadi viral. Padahal surat itu bersifat rahasia dan dilayangkan sejak 1 Mei 2018.

"Surat itu betul, bukan hoax. Asli tanda tangan saya," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto saat dihubungi, Selasa (4/9).

detikcom telah berupaya mengontak Roy, baik melalui sambungan telepon maupun obrolan via aplikasi WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, Roy belum memberikan tanggapan.

Penagihan itu sebetulnya sudah dilakukan sejak 2014. Roy juga telah memberikan klarifikasi pada 2016 atau setelah dua kali mendapat surat serupa dari Kemenpora.

"Sudah clear, tidak ada masalah. Alhamdulillah Kemenpora baik, kami detailkan. Memang ada yang belum match, kita cocokkan dan sudah selesai," kata Roy ketika dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (5/10/2016).
(bag/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed