DetikNews
Senin 03 September 2018, 20:45 WIB

Hasil Lab Dinas LH: Busa di Kali Bekasi Limbah Detergen

Isal Mawardi - detikNews
Hasil Lab Dinas LH: Busa di Kali Bekasi Limbah Detergen Foto: Isal Mawardi/detikcom
Bekasi - Kali Bekasi dipenuhi hamparan busa dan menimbulkan bau. Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi menyatakan busa itu merupakan limbah detergen.

"Kalau terkait dengan busa ini, dari hasil lab kami itu kan detergen. Detergen kan bisa diakibatkan endapan sedimen yang ada di kali," kata Kepala Dinas LH Kota Bekasi Jumhana Lutfi saat dihubungi wartawan, Senin (3/9/2018).

Busa itu naik ke permukaan kali akibat air hujan yang turun. "Naik turbulensinya, dihantam hujan lagi kan terus terjun karena pintu air kan jadinya berbusa," imbuhnya.

Lutfi mengatakan detergen itu berasal dari limbah rumah tangga. Lutfi menepis kemungkinan busa tersebut berasal dari limbah pabrik.

"Itu kan dari perumahan kan out-nya ke Kali Bekasi. Selama ini kan out-nya ke Kali Bekasi. Saya tidak bisa memastikan (dari limbah pabrik). Kalau lihat partikelnya, unsur-unsurnya itu lebih ke detergen," terangnya.


Lutfi mengatakan busa tersebut berbahaya bagi kesehatan. Busa itu bisa mengakibatkan gatal-gatal di kulit, apalagi kalau diminum membahayakan kesehatan.

"Kalau diminum ya berbahaya ya itu kan pH-nya kan basa, jadi air itu tercemarlah ya. Gatal itu," ujarnya.

Kali Bekasi dalam kondisi berbusa sudah terjadi selama dua hari belakangan ini. Dinas Lingkungan Hidup masih mencari sumber busa tersebut.

"Sumbernya sedang kita telusuri. Beberapa hari ini kan untuk di Kota Bekasi nollah ya, tidak ketemu sumbernya. Karena kita telusuri sampai ke pangkalan 13 saja masih hitam, pangkalan 13 kan masih hitam kan itu ada di wilayah Bogor," jelasnya.


Dinas Lingkungan Hidup telah menginformasikan hal ini ke pihak PDAM. Sebab, PDAM Bekasi juga menggunakan air Kali Bekasi.

"Kali Bekasi kan salah satunya untuk air baku PDAM dan ini sudah saya sampaikan ke PDAM hati-hati memakai air Kali Bekasi, karena sudah tercemar. Adapun pengelolaannya kan kalau mau diolah itu kan mahal," tuturnya.



(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed