DetikNews
Sabtu 01 September 2018, 08:47 WIB

KPAI Bakal Gelar Advokasi Massal Cegah Nikah Dini ke Pemda Sulsel

Zunita Amalia Putri - detikNews
KPAI Bakal Gelar Advokasi Massal Cegah Nikah Dini ke Pemda Sulsel Kantor KPAI (Foto: dok.detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan pernikahan anak di bawah umur yang kembali terjadi di Sulawesi Selatan. KPAI pun meminta peran aktif orang tua dan Pemerintah Daerah (Pemda) ikut mencegah terjadinya pernikahan anak di usia dini.

"Ini tak seharusnya terjadi, nikah itu tak sesederhana yang dibayangkan oleh sebagian orang, harus memenuhi banyak prasyarat, di antaranya usia dan kematangan psikologis. Anak yang nikah dini rentan menghadirkan masalah yang kompleks, baik rentan dalam membangun keberlangsungan keluarga maupun kerentanan kualitas pengasuhan dan anak keturunan," ujar Ketua KPAI Susanto saat dihubungi detikcom, Jumat (31/8/2018).



Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati. Rita mengingatkan pernikahan anak usia dini itu merugikan masa depan anak.

"KPAI menyesalkan masih terjadinya perkawinan usia anak, perkawinan usia anak akan sangat merugikan masa depan anak. Secara psikologis, anak belum memiliki usia psikologis memasuki jenjang perkawinan, berumah tangga juga membutuhkan kematangan psikologis," ungkap Rita.

Menurutnya, seharusnya para orang tua tegas untuk tidak memberikan izin kepada anaknya yang masih belia untuk melakukan pernikahan. Selain orang tua, Rita menilai pemerintah daerah dan KUA juga dianggap mempunyai peran penting untuk mencegah pernikahan anak.



"KUA dan Pengadilan Agama juga memiliki peran yang sentral untuk mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, jika ada permohonan perkawinan usia anak, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas," jelas dia.

Terakhir, Rita mengatakan KPAI akan berupaya untuk mengajak semua pihak terkait untuk mencegah perkawinan anak usia dini yang sering terjadi di Sulsel.

"KPAI akan mengusahakan advokasi-advokasi di Sulsel untuk secara massal semua stakeholder dapat mencegah terjadinya perkawinan usia anak, kita advokasi ke aparat pemerintah, khususnya Pemda Kabupaten Kota mendorong mereka juga sampai akar rumput mencegah perkawinan anak," pungkasnya.



Seperti diketahui, mempelai pria adalah anak laki-laki disebut baru saja tamat dari Sekolah Dasar (14) dan pasangan perempuannya berstatus pelajar SMU (17). Keduanya adalah warga dari Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Bantaeng.

Pernikahan ini disebut berlangsung pada Kamis (30/8) kemarin di rumah orang tua anak SD tersebut. Pernikahan ini dilaksanakan dengan pesta adat selayaknya pernikahan umum lainnya di Sulsel. Sementara sebelumnya sudah terjadi beberapa kali temuan pernikahan dini di Sulsel. Salah satunya kasus pernikahan bocah SD (12) dengan pria berusia (21) yang berhasil digagalkan.





Ini video KPAI Imbau KUA Tidak Berikan Izin Pernikahan Dini
(zap/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed