Cawapres yang Tertukar: Drama Mahfud Md sampai Guyon Sandiaga-Somad

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 31 Agu 2018 22:15 WIB
Sandiaga Uno dan Ustaz Abdul Somad (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Pemilihan pasangan untuk dua capres pada Pilpres 2019 dipenuhi drama. Bukan hanya cawapres Joko Widodo yang pemilihannya penuh drama, cawapres Prabowo Subianto juga diwarnai drama.

Drama pemilihan cawapres Jokowi terjadi pada Kamis (9/8). Drama penentuan cawapres terjadi di menit-menit akhir. Jokowi akhirnya memutuskan Ma'ruf Amin menjadi cawapresnya.

Padahal sebelumnya, Mahfud Md adalah orang yang digadang-gadang menjadi cawapres dan diminta standby di lokasi yang tak jauh dari tempat Jokowi akan mengumumkan cawapresnya. Bahkan Mahfud sudah diminta bersiap oleh tim Jokowi. CV juga sudah diminta dan diserahkan. Namun di menit akhir, Jokowi memilih Ma'ruf Amin.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).


Mahfud mendapat informasi soal batalnya ia dipilih sebagai cawapres beberapa saat menjelang Jokowi mengumumkan pasangannya. Ia pergi dari lokasi tempatnya menunggu untuk kembali ke kediamannya.

Setelah Jokowi menyampaikan pengumuman, Mahfud sempat diminta datang ke Istana Presiden. Mahfud pun mengaku sudah legawa lagi-lagi gagal dipilih sebagai cawapres Jokowi.

"Kita terima ini sebagai keputusan. Proses sudah konstitusional. Kita dukung, negara ini harus terus berjalan," jelas Mahfud, Kamis (9/8).

Bukan hanya kisah Mahfud yang gagal menjadi cawapres. Drama tertukarnya cawapres juga terjadi di kubu Prabowo Subianto. Koalisi yang dipimpin Gerindra itu juga sempat memanas di menit-menit terakhir pendaftaran Pilpres 2019.


Hal tersebut lantaran masing-masing partai koalisi ingin jagoannya menjadi cawapres Prabowo. PKS dan PAN awalnya meminta Prabowo mematuhi rekomendasi Ijtimak Ulama yang memberi dua nama, yakni Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.

PKS ingin Salim Segaf, yang merupakan Ketua Majelis Syuro mereka, dipilih Prabowo sebagai cawapres. Sedangkan PAN terus meng-endorse Somad, meski sang ustaz sejak awal mengatakan tak bersedia maju mendampingi Prabowo.

Di sisi lain, Partai Demokrat, yang bergabung belakangan, menawarkan kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Koalisi Prabowo sempat panas karena masing-masing partai pendukung punya keinginan.

Hingga akhirnya Prabowo memilih Sandiaga Uno untuk mendampinginya. Munculnya nama Sandiaga memang di luar prediksi. Namun Sandiaga dianggap sebagai tokoh yang bisa menjawab kebuntuan.

Meski begitu, Demokrat awalnya menolak. Bahkan salah satu elitenya, Andi Arief, sempat menyerang Prabowo. Itu lantaran Prabowo dianggap tidak menepati janji akan memilih AHY sebagai pendampingnya.

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief juga melontarkan tudingan PKS dan PAN menerima masing-masing Rp 500 miliar agar mau merestui Sandiaga menjadi cawapres Prabowo. Saat deklarasi capres-cawapres, Demokrat tak ikut serta.

Meski begitu, Demokrat pada akhirnya tetap mengusung Prabowo-Sandiaga. Ketegangan di koalisi Prabowo pun kini mulai berkurang.

Setelah drama pemilihan cawapres usai, rupanya Sandiaga menyempatkan diri bertemu dengan Ustaz Somad. Pertemuan Sandiaga dan Somad beredar di Instagram. Dalam foto tersebut, Sandiaga dan Somad tampak sedang ber-selfie.

Sandiaga mengaku momen itu diabadikan beberapa hari lalu di salah satu tempat di Tangerang Selatan. Dia mengaku diundang untuk mendengarkan ceramah UAS.

Sandiaga mengaku tidak membahas topik serius dengan Somad. Namun, menurutnya, Somad sempat bercanda terkait cawapres.

"Nggak ngomongin apa-apa, sih. Tapi kita kebetulan sama-sama dari Riau. Kan saya lahir di Riau juga dan guyon saja, dia bilang, 'Wah, ini dia cawapres yang ketuker.' Pak Ustaz yang bilang," ujar Sandiaga sambil tertawa. (ams/dkp)