Ada Insiden Anggota DPR dan Panitia Inasgoc di Venue Voli GBK

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 28 Agu 2018 21:35 WIB
Mulfachri Harahap (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Isu keributan antara politikus elite yang duduk di DPR Mulfachri Harahap dengan panitia Asian Games 2018 tersebar di grup-grup WhatsApp (WA). Mulfachri mengklarifikasi isu tersebut.

Cerita yang tersebar di grup WA itu disebut-sebut terjadi di venue bola voli Gelora Bung Karno (GBK). Menurut cerita yang tersebar itu, Mulfachri bersitegang dengan panitia lantaran memaksa masuk tapi tak punya akreditasi VIP.

"Nggak, nggak, nggak. Saya punya akreditasi, ya. Jadi panitia.... Tapi begitu, biasanya juga bisa masuk, nggak ada masalah," kata Mulfachri saat dihubungi, Selasa (28/8/2018).


Mulfachri menegaskan punya akreditasi VIP untuk masuk venue bola voli GBK. Menurut Mulfachri, pihak Inasgoc-lah yang kurang terorganisasi.

"Saya kan penonton biasa. Saya masuk, saya punya pass, saya kira karena Inasgoc nggak well-organized saja," ujar Wakil Ketua Umum PAN itu.

"Saya ini hanya satu dari persoalan kecil dari segitu banyak persoalan yang menyangkut soal tiket dalam penyelenggaraan ini. Saya klarifikasi, saya itu, saya hanya satu dari segitu banyak persoalan menyangkut tanda masuk." imbuh dia.


Sekali lagi Mulfachri menegaskan punya akreditasi VIP. Mulfachri menyinggung panitia yang sempat berbicara dengannya.

"Kalau dibilang saya tidak punya, saya punya pass. Iya (VIP), terus nggak boleh masuk. Gimana coba. Dan petugas yang di depan itu nggak beres omongnya," ujarnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, juru bicara Indonesia Asian Games Organizing Committe (Inasgoc) M Buldansyah mendengar soal adanya insiden tersebut. Meski demikian, Danny mengaku tak tahu nama anggota DPR yang terlibat insiden itu. Pihaknya juga masih menunggu laporan.

Danny menuturkan, dia menerima informasi ada anggota DPR yang selalu memaksa masuk ke venue voli. Namun dia masih menunggu laporan detail.

"Yang bersangkutan katanya selalu memaksa masuk nonton voli ketika dilarang sama volunter, volunter dimarahi, dibentak-bentak. Akhirnya, karena volunter, ya namanya juga anak kuliah, takut, akhirnya diperbolehkan masuk," sebut Danny. (gbr/tor)