DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 19:23 WIB

Jatim Siap Kirim Bantuan untuk Rehabilitasi Gempa di Lombok

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Jatim Siap Kirim Bantuan untuk Rehabilitasi Gempa di Lombok Foto: Dok. APPSI
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah menegaskan Pemprov Jatim akan memberikan dukungan dalam masa rehabilitasi pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pihaknya siap mengirimkan bantuan bahan bangunan dan material, seperti batu bata, pasir, semen, dan lain-lain, untuk mempercepat proses rehabilitasi.

"Untuk tenaga, seperti tukang, apabila diperlukan, Jatim siap mengirimkan. Begitu juga tenaga medis. Mereka akan standby untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan," jelas Pakde Karwo, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/8/2018).

Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama Wapres RI Jusuf Kalla untuk membahas rehabilitasi pascagempa Lombok, NTB. Rapat itu dihadiri pula oleh beberapa menteri, di antaranya Menteri Sosial RI Idrus Marham serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Dalam rapat tersebut, Pakde Karwo menegaskan pihaknya siap membantu semua hal dalam rangka bertukar pengalaman dan rehabilitasi pascagempa. Pakde Karwo langsung melakukan konsolidasi dan berkomunikasi dengan Gubernur NTB TGB M Zainul Majdi. Dukungan moril yang dilakukan oleh Pakde Karwo adalah dengan berbagi pengalaman tindakan yang harus dilakukan pascabencana.

Sebelumnya, Jatim beberapa kali dilanda bencana, mulai banjir bandang di Pacitan, erupsi Gunung Kelud di Kediri, hingga terakhir bencana gempa bumi di Sumenep.


Menurutnya, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan pemerintah, yaitu evakuasi masyarakat, pemulihan semua infrastruktur jalan yang rusak, pendataan kerusakan dan kerugian akibat bencana, dan penanganan darurat kerusakan akibat bencana.

"Sebagai contoh saat terjadi bencana erupsi Gunung Kelud di Kediri, ada sekitar 14 ribu rumah mengalami kerusakan. Semua perbaikan diselesaikan selama satu bulan, kerja sama dengan masyarakat, Kodam V Brawijaya, dan Polda Jatim," ungkap Pakde Karwo.

Selain itu, setiap rumah yang rusak diteliti oleh mahasiswa teknik sipil untuk dilakukan pengkategorian termasuk rusak berat, sedang, ataupun ringan. Untuk penanganannya, rumah rusak berat diperbaiki oleh 10 tukang, rumah rusak sedang diperbaiki oleh 7 orang, dan rumah rusak ringan diperbaiki oleh 5 orang.

"Erupsi Gunung Kelud tersebut menjadi bencana provinsi, bukan nasional. Seluruh daerah terdampak letusan akan mendapatkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim," tambahnya.

Pakde Karwo mengatakan Pemprov bersama instansi/lembaga terkait lainnya ikut serta menangani bencana, baik sebelum bencana, saat berlangsung, maupun usai bencana, serta upaya dalam membina Tagana. Secara teknis, penanganan bencana dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi bersama lembaga terkait, seperti TNI, Polri, swasta, dan masyarakat.

Berkat tindakan cepat terhadap bencana, beberapa waktu lalu Pakde Karwo menerima penghargaan dari Menteri Sosial RI sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan kepada Gubernur Jatim karena konsistensi dan kerja cepat Pemerintah Pemprov Jatim dalam menanggulangi setiap bencana serta upaya membina Tagana.


Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wapres Jusuf Kalla mengungkapkan keprihatinannya atas gempa yang terus mengguncang Lombok. Ia meminta agar semua infrastruktur yang rusak akibat gempa yang terjadi di Lombok segera dipulihkan.

Secara khusus JK meminta agar Gubernur Jatim membantu Pemprov NTB dalam hal pemulihan pascabencana. Salah satu bantuan yang diharapkan adalah menyediakan segala kebutuhan masyarakat Lombok, khususnya bahan bangunan dan semua kebutuhan peralatan untuk memulihkan infrastruktur.

"Dananya nanti dibiayai oleh pusat, tapi semua kebutuhan bangunan dan logistik semua didatangkan dari Jatim. Alasannya adalah barang yang didatangkan dari Jatim lebih murah dibandingkan mendatangkan langsung dari Jakarta," ujar JK.

JK juga memerintahkan Gubernur Jatim segera berkoordinasi dengan Gubernur NTB terkait hal tersebut. Diharapkan, mulai hari ini sudah dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur bagi masyarakat. Untuk besarnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat bagi masyarakat terdampak, yaitu rumah rusak berat diberi bantuan Rp 50 juta, rumah rusak sedang diberi bantuan Rp 25 juta, dan rumah rusak ringan dibantu Rp 10 juta. Semua bantuan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu bekerja sama dengan mahasiswa fakultas teknik perguruan tinggi di NTB dan UGM Yogyakarta.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed