DetikNews
Minggu 19 Agustus 2018, 19:56 WIB

433 Tukik Dilepasliarkan dan 10 Ribu Bakau Ditanam di Aceh

Rizki Ati Hulwa - detikNews
433 Tukik Dilepasliarkan dan 10 Ribu Bakau Ditanam di Aceh Foto: Dok Pertamina
Jakarta - 433 tukik tuntong laut (Batagur Borneoensis) dilepasliarkan ke alamnya di pesisir pantai Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Selain itu, juga dilakukan penanaman 10 ribu batang bakau di areal habitat tukik di area wisata mangrove di pantai Ujung Tamiang.

Pelepasliaran tukik dan penanaman bakau ini dilakukan oleh PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, unit bisnis PT Pertamina EP yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah supervisi dan koordinasi SKK Migas.

"Sampai saat ini, kurang lebih 1.637 tukik tuntong laut sudah kami lepaskan ke habitatnya sejak 2009," ujar Manager Pertamina EP Asset 1 Rantau Field Hari Widodo, Minggu (19/8/2018).


Hari mengatakan pelepasliaran tukik tuntong laut dan penanaman batang bakau adalah salah satu rencana kerja tahunan terkait nota kesepahaman (MoU) Pertamina EP Rantau Field, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, BKSDA, dan YSCLI.

Menurut dia, kegiatan ini juga sejalan dengan pesan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Senin (13/08/2018), berupa Aksi Nasional 'Menghadap Laut'dengan bersih-bersih pantai di 73 titik perairan Indonesia secara serentak pada (19/8/2018) seiring peringatan HUT RI ke-73.

Hari menambahkan, Pertamina EP Rantau Field ikut andil dan peduli dalam kegiatan konservasi tuntong laut. Pelestarian spesies ini penting untuk dilakukan, agar salah satu kekayaan keanekaragaman hayati nasional dan daerah Aceh Tamiang masih dapat berperan menjaga keseimbangan ekosistem perairan hutan bakau dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Dijelaskannya juga bahwa kepedulian Pertamina EP Rantau Field terhadap pelestarian lingkungan ini tidak lepas dari upaya Field Rantau untuk terus dapat berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dan pembangunan. Hal ini juga sejalan dengan capaian produksi Pertamina EP Field Rantau pada bulan ini yang sudah menyentuh 3.100 bopd atau 107% dari target produksi Field Rantau.

Selanjutnya disebutkan dia, komitmen Rantau Field terhadap community development juga dibuktikan dengan pencapaian program penilaian peringkat kinerja perusahaan (PROPER) KLHK berupa predikat emas selama tiga kali berturut-turut.

Dari data yang didapatkan, sejak 2013 Pertamina EP Asset 1 Rantau Field telah menjalin kerja sama dengan YSLI dalam konservasi tuntong laut. Tuntong laut adalah salah satu dari 331 spesies kura-kura air tawar dan darat yang hidup di dunia saat ini.

Kura-kura ini merupakan salah satu dari 32 spesies (native dan non-native) kura-kura air tawar dan darat yang ada di Indonesia. Spesies ini menurut catatan sejarah tersebar di Kalimantan bagian barat, dan pantai timur Sumatra, meliputi Aceh, Sumut, Riau dan Jambi.

Hingga saat ini, tuntong laut memiliki status critically endangered menurut IUCN, terdaftar di Appendiks II plus zero quota for wild specimen to trade dalam konvensi CITES, serta memiliki prioritas Sangat Tinggi dalam Permenhut P.57/Menhut-II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018.


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Tamiang H T Insyafuddin menyambut positif langkah YSLI dan Pertamina EP Rantau dalam melakukan kegiatan konservasi alam. Dia berharap, rencana menjadikan Pantai Ujung Tamiang menjadi objek wisata edukasi bisa terealisasikan.

"Mungkin perlu ada kajian intensif dari YSLI dan Pertamina EP Rantau agar wisata edukasi yang disiapkan tidak mengganggu habitat tuntong laut di muara ini sebagai tempat bertelur tuntong," harap dia.

Tak ketinggalan, Ketua YSLI Yusriono juga mengatakan konservasi tuntong laut memerlukan effort lebih karena habitatnya terbatas dan tiap sarang hanya bertelur 27 butir.

"Tingkat hidupnya juga rendah. Setelah dewasa, tukik tak banyak yang kembali, karena sisanya dimakan oleh predator," pungkas Yusriono.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Kodim Aceh Tamiang Mayor Inf. A Yani, Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M Nuzir serta beberapa pemangku kepentingan lainnya.

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pusung Kapal yang merupakan binaan Pertamina EP Rantau Field bersama Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI), Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed