DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 20:01 WIB

Laporan Dari Mekah

Menag Wanti-wanti Jemaah Soal Kenyamanan di Tenda Arafah dan Mina

Fajar Pratama - detikNews
Menag Wanti-wanti Jemaah Soal Kenyamanan di Tenda Arafah dan Mina Menag Lukman Hakim di Mekah (Fajar/detikcom)
Mekah - Sebelum masa puncak haji, jemaah menginap di hotel dengan standar setara bintang tiga. Menag Lukman Hakim Saifuddin mewanti-wanti jemaah haji mengenai kenyamanan yang akan sangat berkurang saat berada di Arafah dan Mina.

"Ketika nanti kita berada di Arafah di tenda-tenda yang kenyamanannya akan jauh berkurang dengan di hotel-hotel dibanding dengan yang ada di hotel-hotel yang ada di Madinah dan Mekah," ujar Lukman saat memberikan tausiah kepada jemaah di Hotel 414, Raudhah, Mekah, Rabu (15/8/2018) siang.



Pria yang juga merupakan amirull hajj Indonesia ini mengatakan nantinya, selama di Arafah dan Mina, jemaah akan menginap di tenda dan fasilitas yang sangat minim apabila dibandingkan dengan hotel. Selama di Arafah, jemaah akan menginap satu malam, sedangkan selama di Mina jemaah akan menginap dua atau tiga hari, tergantung jemaah melakukan nafar awal atau nafar tsani.

"Dengan hotel yang nyaman, AC-nya cukup dingin, dengan semua yang tersedia dengan baik, tapi ketika semua nanti di Arafah dan terpapar sinar matahari yang sangat-sangat terik, bisa sampai 50 derajat Celsius, maka kenyamanan itu akan berkurang," tutur Lukman.

Lukman menyatakan, yang dibutuhkan jemaah adalah kesiapan fisik dan mental. Fisik diperlukan karena jemaah akan berjalan jauh dan terpapar terik matahari. Namun kesiapan mental, terutama kesabaran, juga sangat dibutuhkan.



"Maka kesabaran itu mutlak diperlukan dan kekuatan stamina itu harus betul-betul menjadi hal yang kita miliki," ujar Lukman.

Selebihnya, Lukman meminta jemaah haji secara khusus menyiapkan fisik dari saat ini. Dia mengingatkan bahwa puncak haji adalah wukuf di Arafah. Jadi hemat tenaga untuk wukuf.

Menag Wanti-wanti Jemaah Soal Kenyamanan di Tenda Arafah dan MinaMenag Lukman Hakim di Mekah (Fajar/detikcom)

"Pengalaman saya menjadi amirul hajj sejak 2014, kesehatan itu mutlak. Kesehatan itu adalah kunci utama bagaimana kita bisa menunaikan, melaksanakan, rukun dan kewajiban haji. Kenikmatan-kemewahan yang disediakan pemerintah sebaik apa pun dari hotel-hotel, katering, itu tidak menjadi ada artinya ketika kesehatan kita terganggu," tutur Lukman.
(fjp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed