Laporan dari Mekah

3 Cara Bayar Dam untuk Jemaah Haji

Fajar Pratama - detikNews
Rabu, 08 Agu 2018 18:54 WIB
Foto: Pelaksanaan ibadah haji 2018 (Fajar Pratama/detikcom)
Mekah - Jemaah haji Indonesia yang beribadah haji dengan cara haji tamattu diwajibkan untuk membayar dam atau denda. Ada tiga cara membayar dam yang bisa dilakukan jemaah haji.

Jemaah yang melakukan haji tamattu', seperti dari Indonesia, diwajibkan membayar dam nusuk. Ibadah haji jenis ini, pada intinya setelah ihram, jemaah melaksanakan umrah wajib. Ihram --bersama ketentuan mengikat yang menyertainya-- kemudian dilepas hingga puncak haji. Jemaah baru kembali berihram ketika wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, jumrah aqabah, dan tawaf ifadah.



Berbeda dengan hewan kurban yang bisa disembelih di mana saja, penyembelihan hewan dalam pembayaran dam hanya boleh dilakukan di dalam area tanah haram atau Mekah.

Beli Kupon Resmi

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), merekomendasikan jemaah haji untuk membayar dam dengan membeli kupon pembayaran dam yang disediakan Kerajaan Arab Saudi. Kupon yang dijual kantor pos Saudi ini dipatok senilai 475 real.

Pembayarannya dapat dilakukan di konter yang disebar di setiap sektor. Dengan cara ini, jemaah tak perlu repot-repot ke pasar hewan dan tempat penyembelihan. Kondisi fisik jemaah bisa tetap terjaga mengingat puncak haji menanti di tanggal 9 Dzulhijah atau 20 Agustus nanti.

"Insya Allah tepercaya, karena pembayaran semacam ini dikelola secara profesional oleh IDB (Islamic Development Bank) dan kantor pos Saudi," kata Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyati Bashori.



Beli-Sembelih Kambing Langsung

Cara yang kedua ini merupakan cara tradisional. Jemaah bisa ke pasar hewan di Mekah, salah satunya di wilayah Kakiyah.

Di pasar Kakiyah jemaah bisa terlibat langsung tawar menawar dengan penjual kambing. Jemaah bisa mendapatkan harga yang lebuh murah dibanding harga dam dengan pembelian kupon. Masih di pasar yang sama, ada juga tempat penyembelihan hewan dengan biaya tambahan 20 real.

Namun perlu dicatat, pasar Kakiyah terletak di padang terbuka dengan panas yang menyengat di siang hari. Jemaah yang ke sini juga harus kuat terhadap bau kambing lengkap dengan bau jeroannya di tempat penyembelihan.

Fisik jemaah haji bisa terkuras apabila memaksakan pergi ke Pasar Kakiyah. Apalagi semakin mendekat ke wukuf Arafah, suasana di Kakiyah semakin ramai kedatangan jemaah haji dari berbagai negara.

Titip Lewat Mukimin

Ada cara lain membayar dam, yaitu menitipkan sejumlah uang kepada mukimin atau orang Indonesia yang tinggal di Mekah. Mereka yang akan mengurus pembayaran dam. Para mukimin yang nanti akan belanja dan menyembelih kambing dan mendistribusikannya kepada masyarakat setempat.

Namun perlu dicatat, penitipan pembayaran lewat cara ini harus melalui mukimin yang benar-benar bisa dipercaya. (fjp/rvk)