KPAI Soroti Meninggalnya Siswa SMA di Bali Akibat Kelelahan MPLS

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 06 Agu 2018 12:25 WIB
Foto: Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kematian seorang siswa di sebuah SMA di Bali. Korban diduga meninggal akibat kelelahan saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

"Korban diduga mengalami kelelahan berat saat melaksanakan berbagai tugas individu selama MPLS beralangsung. Namun, orangtua korban mengikhlaskan dan tidak mempersoalkannya," kata Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (6/8/2018).

Retno mengungkap, kekerasan terhadap peserta didik baru tidak hanya berupa kekerasan fisik. Banyaknya tugas-tugas yang dibebankan kepada siswa baru juga mengakibatkan siswa mengalami kelelahan selama masa orientasi berlangsung.

"Banyak yang mengalami kekurangan waktu tidur dan kelelahan fisik luar biasa selama MPLS berlangsung. Tugas-tugas tersebut terdiri atas tugas individu dan tugas kelompok. Tugas-tugas individu rata-rata dikerjakan di rumah dan untuk esai (karangan) harus ditulis tangan di kertas double folio," jelasnya.

Banyaknya tugas itu membuat siswa baru harus begadang hingga dini hari. Sementara mereka harus bangun pagi hari dan pulang pada sore hari.

"Seluruh tugas merupakan tuhas tambahan yang dikerjakan di rumah antara 17-20 Juli 2018. Diperkirakan rata-rata seorang anak mengerjakan tugas itu hingga pukul 03.00 WITa dinihari dan sudah harus tiba di sekolah pukul 5.30 WITa, dan pulang pukul 14.30 WITa," ungkapnya.


Belum lagi pada masa praorientasi. Di mana pada masa praorientasi ini, para siswa juga dibebani tugas yang banyak.

"Sebelum MPLS, di sekolah ini ada masa Pra MPLS yang berlangsung tanggal 9-11 Juli 2018. Di masa ini ada 9 tugas dalam seminggu yang harus diselesaikan di rumah. Setiap tugas juga harus ditulis tangan sebanyak masing-masing 4 halaman double folio, di sini mayoritas anak mampu menyelesaikan dengan baik, karena waktu mengerjakan cukup panjang," ungkapnya.

KPAI mengirimkan tim untuk medalami laporan tersebut. Tim dari komisioner KPAI bidang pendidikan yang dipimpin Retno Listyarti dan didampingi Indah Mulyani melakukan pengawasan pada 6-7 Agustus 2018.

Di sana, KPAI rencananya akan menemui Gubenur Bali beserta jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di Bali untuk meminta penjelasan dan klarifikasi. Namun sebelumnya, KPAI sudah mengumpulkan data-data awal terkait dugaan kekerasan selama MPLS tahun 2018 di salah satu SMA di Bali tersebut.

"KPAI juga dijadwalkan bertemu dengan I Wayan Koster, Gubenur Bali Terpilih 2018-2023 di kantor transisi untuk membicarakan perlindungan anak ke depannya di provinsi Bali, terutama mendorong sekolah ramah anak (SRA) seprovinsi Bali," tambahnya.

Larangan perpeloncoan dan bentuk kekerasan lainnya selama MPLS diatur dalam Permendikbud No 18 tahun 2016 tentang MPLS.

"Namun Permendikbud memang tidak secara rinci menyebutkan larangan memberikan tugas-tugas menulis dan membuat esai yang melampaui kewajaran atau diluar batas kemampuan seorang anak," tambahnya.

Sementara dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah menyebutkan bahwa, bentuk kekerasan perpeloncoan merupakan tindakan pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dengan mengendapkan (mengikis) tata pikiran yang dimiliki sebelumnya.

"Pemberian tugas yang berlebihan dalam penulisan esai adalah bentuk perpeloncoan yang sangat jelas membentuk pikiran baru bahwa tugas-tugas tersebut sesuai dengan sekolah unggul dan favorit," tuturnya.

Hasil pengawasan ini, nantinya KPAI akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk memastikan penyelenggaraan perlindungan anak di sekolah-sekolah.

"Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik," ucapnya.



Tonton juga video: 'Ospek di SMAN 3 Jakarta Kini Dipimpin Guru'





KPAI Soroti Meninggalnya Siswa SMA di Bali Akibat Kelelahan MPLS
(mei/bag)