Laporan dari Singapura

Menlu Retno: Turki Apresiasi Indonesia Konsisten Bela Palestina

Indra Komara - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 20:44 WIB
Foto: Menlu Retno dan Menlu Turki (dok. Kemlu)
Singapura - Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengikuti pertemuan menteri luar negeri ASEAN ke-51 di Singapura. Salah satu agendanya yakni melakukan komunikasi bilateral antar negara.

Di hari pertama Rabu (1/8), Retno melakukan komunikasi bilateral dengan tiga negara yakni Turki, Timor Leste, dan Vietnam. Pertemuan pertama yang dilakukan yakni dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Retno mengatakan pertemuannya dengan Cavusoglu membahas soal Palestina. Retno menjelaskan, Turki mengapresiasi konsistensi Indonesia yang terus membela Palestina.

"Turki mengapresiasi peran Indonesia yang terus konsisten bela kepentingan Palestina, yang punya perspektif sama dengan Indonesia dalam hal kepentingan Palestina. Hal yang paling mendesak gimana kita bantu United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) bantu pengungsi Palestina," kata Retno usai pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Hotel Mandarin Oriental, Singapura, Rabu (1/8/2018).


Pertemuan para menteri luar negeri ini berlangsung di Singapura Expo. Setelah pertemuan dengan Menlu Turki, Retno melanjutkan komunikasi bilateral dengan Menlu Vietnam, Panh Binh Minh.

Retno mengatakan pertemuan dengan Binh Minh membahas tentang kerja sama Indonesia-Vietnam tahun 2019-20123 mendatang. Keduanya juga membahas kerja sama ekonomi.

"Saat ini negosiasikan plan of action untuk implementasi dan strategic partnership untuk 2019 sampe 2023, dan sampaikan Indonesia sudah sampaikan draft ke Vietnam per 27 Juni tahun ini," kata Retno.


Sementara itu pertemuan dengan Menteri luar negeri Timor Leste Aurelio Gutteres, Indonesia membahas progres pembangunan jembatan Motaain. Selain itu, dibahas juga soal perbatasan maritim antara RI dan Timor Leste.

"Timor Leste akan percepat proses pembangunan jembatan, Indonesia sudah siap bangun, dari Timor Leste saat ini lagi dibahas di parlemen. Mereka bilang paling tidak satu dua bulan lagi urusan administrasi, jadi dua bulan lagi sudah bangun jembatan yang pastinya akan membantu kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial budaya kedua negara," jelas Retno.

"Kita sampaikan juga pentingnya bahas perbatasan. Dulu kita belum bisa membahas karena antara Timor Leste dan Australia belum selesai pembahasaanya. Tapi dengan selesainya perundingan ini kita sudah bisa untuk memulai komunikasi informal sebelum masuk ke negosiasi," sambungnya.

Pertemuan menteri luar negeri ASEAN ini masih akan berlangsung sampai tanggal 4 Agustus. Besok, Kamis (2/8/2018) Menlu Retno akan ada pertemuan bilateral dengan mitra dialog negara ASEAN seperti Argentina, Selandia Baru, dan Iran. (idn/ams)