DetikNews
Senin 30 Juli 2018, 13:22 WIB

Terbukti Korupsi e-KTP, Eks Dirut Quadra Divonis 6 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Terbukti Korupsi e-KTP, Eks Dirut Quadra Divonis 6 Tahun Penjara Anang Sugiana Sudihardjo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider kurungan 4 bulan. Anang terbukti mendapatkan aliran duit Rp 79 miliar dari proyek e-KTP.

"Menyatakan terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi," ujar ketua majelis hakim Franky Tumbuwan membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Hakim menyebutkan Anang, yang ingin mengikuti proyek e-KTP, bertemu Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya. Dalam pertemuan itu, Isnu menyampaikan bahwa proyek e-KTP yang dikerjakan Kemendagri milik Andi Narogong.


"Kemudian Andi, Paulus Tanos (Dirut PT Sandipala Arthaputra), serta Isnu Edhi menyampaikan kepada terdakwa Anang Sugiana bahwa apabila ingin bergabung dengan PNRI, ada commitment fee untuk pihak lain sebesar 10 persen, yaitu dengan rincian 5 persen untuk DPR dan 5 persen untuk Kemendagri. Atas hal itu, Anang menyanggupi dengan mengatakan: Saya ikut aturan mainnya," ujar hakim.

Setelah itu, hakim mengatakan pengumuman lelang e-KTP seperti rencana tim Fatmawati dibentuk tiga konsorsium, yaitu Konsorsium PNRI dengan anggota Perum PNRI, PT Sandipala Arthapura, PT LEN Industri, PT Quadra Solution dan PT Sucofindo. Kemudian Murakabi yang diketuai Irvanto dengan anggota PT Murakabi Sejahtera, PT Stacopa Raya, PT Sisindokom Lintasbuana, dan PT Aria Multi Graphia.

Konsorsium Astragraphia yang dibentuk anggotanya PT Astragraphia, PT Trisakti, PT Pura Barutama, PT Kwarsa Hexagonal yang bertindak sebagai ketua Mayus Bangun.

"Kemudian Anang melakukan pertemuan dengan para konsorsium di Sawangan, Depok, membahas potongan harga yang diminta para vendor HP, Oracle, Microsoft, Fagro, L1/Biomorf, Canon dan STI. Ketika itu, Johannes Marliem (Eks Dirut PT Biomorf) melalui sambungan telepon menyepakati harga diskon hardware dan software AFIS sekitar 10 persen," ucap hakim.

Akhirnya Konsorsium PNRI diusulkan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Proyek KTP elektronik (KTP-E) Drajat Wisnu sebagai pemenang lelang meskipun masih dalam sanggah banding. Untuk itu, hakim mengatakan Anang, Andi Narogong, Paulus Tanos, Johannes Marliem, dan Isnu Edhi melakukan pertemuan untuk membahas pembagian commitment fee.

"PT Sandipala Arthapura bertanggung jawab memberikan fee kepada Gamawan melalui Asmin Aulia sebesar 5 persen dari nilai pekerjaan yang diperoleh. PT Quadra Solution memberikan fee kepada Novanto dan anggota DPR sebesar 5 persen dari jumlah pekerjaan, Perum PNRI memberikan fee kepada Irman dan stafnya sebesar 5 persen. Dan keuntungan bersih masing-masing anggota konsorsium setelah dipotong pemberian," tutur dia.


Hakim menyatakan Dirut PT Biomorf Johannes Marliem mengirim uang kepada Direktur PT Murakabi Irvanto Hendra Pambudi untuk kepentingan mantan Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto sebesar USD 3,5 juta dari proyek e-KTP. Johannes mengirimkan uang itu ke keponakan Novanto itu dengan cara bertahap melalui money changer.

Selain itu, Johannes mengirimkan uang USD 1,8 juta ke rekening perusahaan PT OEM milik Made Oka Masagung. Kemudian Anang Sugiana juga mentransfer uang kembali USD 2 juta ke Made Oka Masagung.

"Menimbang Johannes dan Anang mengirimkan uang untuk kepentingan Setya Novanto seluruhnya USD 7,2 juta melalui Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. Johannes bilang kepada Anang uang sudah dikirimkan ke babenya asiong," kata hakim.

Atas perbuatan itu, negara mengalami kerugian Rp 2,3 triliun. Anang terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed