"Data yang kita kumpulkan, satu rumah makan di lokasi rusak berat dihantam gelombang setinggi 3 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu, Soemarno kepada detikcom, Rabu (25/7/2018),
Soemarsono menjelaskan, peristiwa ini berawal sejak Selasa (26/7) malam di Kabupaten Kaur. Berdasarkan informasi BMKG, ada angin kencang dan gelombang ekstrim di wilayah Bengkulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan mendesak peralatan rumah tangga dan famili kid untuk keluarga korban," kata Soemarno.
"Diperkirakan penyebab gelombang tinggi di perairan laut Bengkulu adanya tekanan yang tingi di Samudera Hindia mengakibatkan angin kencang gelombang tinggi dari 23 Juni sampai 28 Juni," tuturnya. (cha/idh)











































