DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 00:01 WIB

Bupati Labuhanbatu Ditahan KPK

Haris Fadhil - detikNews
Bupati Labuhanbatu Ditahan KPK Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap tersangka kasus suap ditahan KPK. (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap ditahan KPK. Pangonal ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari pengusaha terkait proyek.

"PHH (Pangonal Harahap), bupati, ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih, Kav K-4," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (18/7/2018).

Pangonal keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, mengenakan kaus merah dan rompi tahanan oranye. Dia bungkam soal kasusnya.

KPK menetapkan Pangonal dan orang kepercayaannya, Umar Ritonga, sebagai tersangka penerima suap. Selain Pangonal, KPK menetapkan pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra, sebagai tersangka pemberi suap.

Pangonal diduga minta duit sekitar Rp 3 miliar terkait proyek-proyek di Labuhanbatu untuk tahun 2018. Salah satu yang berhasil diungkap KPK adalah dugaan pemberian uang dari pengusaha Effendy Sahputra senilai Rp 576 juta, yang disebut sebagai bagian dari permintaan Rp 3 miliar.

Operasi tangkap tangan dilakukan setelah orang kepercayaan Effendy Sahputra berinisial AT mencairkan cek Rp 576 juta di BPD Sumut. Duit Rp 500 juta dari pencairan kemudian dititipkan ke petugas bank lalu diambil Umar Ritonga.

Umar saat ini masih diburu petugas KPK karena melarikan diri setelah melakukan perlawanan saat operasi tangkap tangan (OTT).




(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed