DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 20:51 WIB

Babak Baru Perseteruan PPP Vs Lulung soal Pencalegan

Marlinda Oktavia Erwanti, Mochamad Zhacky - detikNews
Babak Baru Perseteruan PPP Vs Lulung soal Pencalegan Abraham Lunggana alias Lulung (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Bursa Transfer Caleg
Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Abraham 'Lulung' Lunggana tak lagi jadi politikus PPP. Berganti tunggangan, kini Lulung naik tingkat dan pilih nyaleg di tingkat DPR RI melalui PAN.

Berpegang pada UU 7/2017 dan PKPU 20/2018, PPP meminta Lulung segera mundur dari jabatannya di DPRD. Hingga kini surat pengunduran diri Lulung belum diterima PPP.

"Setiap anggota DPR/DPRD wajib mundur jika menjadi caleg dari parpol lain. Sejauh ini kami belum menerima surat pengunduran dari Lulung. Maka, jika yang bersangkutan tidak mundur, pencalegannya tidak sah dan PPP akan sampaikan surat keberatan ke KPU," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek), Rabu (18/7).


Sementara itu, Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Aziz mengaku kaget Lulung tak mendaftar di PPP. Aziz kaget karena Lulung memutuskan maju nyaleg tanpa sebelumnya mengundurkan diri.

"Belum ada (surat pengunduran diri). Beliau memang nggak daftar di kita, sampai pendaftaran kemarin nggak ada. Dan terus dia malam, tadi malam ada rilisnya dia katanya daftar dari PAN. Kaget juga kita, kok dia belum ngajuin surat pengunduran diri tapi sudah bisa didaftarkan dari PAN," papar Aziz.

Lulung sendiri memutuskan maju nyaleg dari PAN karena PPP dianggap masih berkonflik. Dia pun menyinggung soal pemberhentian dirinya oleh PPP karena tak mau mendukung Ahok.

"Ente kan tahu kalau konflik PPP itu berkepanjangan. Kemudian kita juga merasa gelisah saat itu. Kemudian, sebelum dikatakan konflik itu selesai, muncul Pilkada DKI," papar Lulung, Rabu (18/7).


Soal kemungkinan penjegalan pencalegan dirinya oleh PPP, Lulung justru melakukan serangan balik. Dia menyebut Wasekjen PPP Achmad Baidowi 'anak kemarin'.

"Dia nggak ngerti apa-apa. Anak kemarin itu. Baidowi kan anak kemarin. Wakil Ketua DPRD itu kan dipilih rakyat. Berhenti itu bukan otomatis berhenti dari DPRD, ada mekanismenya sendiri," tutur Lulung.

Maju nyaleg DPR RI, Lulung masuk Dapil Jakarta III. Ia berjanji akan mundur dari PPP jika ditetapkan sebagai caleg.

"Iya," ujar Lulung.


Terkait hal ini, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut tak perlu ada upaya jegal-menjegal. Dia yakin Lulung paham konsekuensi dari pencalegannya melalui PAN.

"Tidak perlu ada istilah jegal-menjegal. Karena itu, ancaman-ancaman seperti ini tidak diperlukan. Saya yakin, Pak Haji Lulung akan mematuhi seluruh aturan yang ada," kata Saleh, Rabu (18/7).
(rna/jbr)
FOKUS BERITA: Bursa Transfer Caleg
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed