DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 14:48 WIB

Hakim Tegur Ponakan Rudi Erawan di Sidang: Jangan Bikin Masalah

Faiq Hidayat - detikNews
Hakim Tegur Ponakan Rudi Erawan di Sidang: Jangan Bikin Masalah Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Ketua majelis hakim Fashal Hendri menegur Muhammad Rizal yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara proyek jalan di Kementerian PUPR dengan terdakwa Rudy Erawan. Rizal merupakan keponakan Rudy yang Bupati Halmahera Timur.

Awalnya jaksa KPK bertanya pada Rizal soal penerimaan Rp 500 juta yang masuk ke rekeningnya. Namun Rizal mengaku tidak tahu ada orang yang mengirim uang itu, padahal dalam persidangan sebelumnya saksi-saksi lain secara gamblang menceritakan soal penerimaan uang itu.


Saksikan juga video 'Tersangka KPK yang Ngumpet Kirim Video, Tak Tampak Penyesalan':

[Gambas:Video 20detik]



"Saudara pernah ada uang masuk Rp 500 juta? Pada bulan apa? Saudara tahu siapa pengirimnya?" tanya jaksa pada Rizal dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

"Iya (ada uang masuk), (pada bulan) November 2015, tidak tahu (siapa pengirimnya)," jawab Rizal.

Rizal mengaku tidak tahu siapa pengirimnya karena menurutnya uang itu adalah hasil kerja dari usahanya. Namun jaksa heran karena keterangan Rizal berbeda dari persidangan sebelumnya.

"Usaha saya kan besar, ada yang per bulan, per triwulan. Jadi saya rasa itu uang usaha saya," ucap Rizal.

Hakim pun menyela. Dia meminta agar Rizal berbicara jujur. " Keterangan Anda itu tidak berdiri sendiri. Buat keterangan yang benar," kata hakim.

Jaksa kembali mencecar Rizal. Dalam persidangan Amran HI Mustary (terdakwa perkara serupa yang sudah divonis), Rizal menyebut uang itu merupakan kesalahan transfer.

"Di sidang Amran, bilang itu hasil bisnis online, salah transfer, dan bersedia mengembalikan, kok berbeda sekarang?" tanya jaksa.


"Saya bilang mau mengembalikan ke orang yang salah transfer tapi tidak ada yang menghubungi saya atau ada bank yang menghubungi. Malah KPK meminta untuk dikembalikan ke KPK. Padahal itu uang hasil usaha saya," imbuh jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Rizal.

Rizal mengaku tidak tahu dan lagi-lagi membuat hakim turun tangan. "Jangan bikin masalah lagi. Nanti nggak bisa pulang. Kalau ada, ya ada, jangan macam-macamlah. Kalau iya, iya, nggak, nggak. Berikan keterangan yang benar meskipun terdakwa ini saudara Anda," ucap hakim.

Dalam perkara ini Rudy Erawan didakwa menerima suap Rp 6,3 miliar dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan Singapura. Duit itu diterima Rudi dari eks Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

Rudy menerima duit Rp 500 juta dari Amran pada 27 November 2017 lewat rekening keponakannya Muhammad Risal. Uang itu disebut jaksa diberikan Amran setelah Rudy meminta bantuan untuk dana kampanye dalam pilkada Halmahera Timur.

Hakim Tegur Ponakan Rudi Erawan di Sidang: Jangan Bikin Masalah

(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed