DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 10:50 WIB

Eks Walkot Jakpus: Dicopot Anies tapi Ditahan Pensiun Dini

Indra Komara - detikNews
Eks Walkot Jakpus: Dicopot Anies tapi Ditahan Pensiun Dini Eks Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Eks Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede menceritakan proses pencopotan jabatannya oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mangara mengaku ditelepon Anies malam-malam untuk dicopot.

"Saya malam ditelepon. Tanggal 4 (Juli) malam jam 21.25 WIB lah itu. Ditelepon beliau menyampaikan bahwa beliau akan melakukan penyegaran," kata Mangara saat dikonfirmasi, Selasa (17/7/2018).

Setelah itu, kata Mangara, Anies menyampaikan bahwa dirinya akan diganti.


"Pak Mangara akan diganti," ucap Mangara mengulang kalimat yang disampaikan Anies.

Mendengar hal itu, Mangara mengaku tak keberatan. Dia pun berniat untuk bertemu Anies, namun belum terealisasi.

"Nah terus setelah selesai beliau menyampaikan, saya ingin bicara Pak Gubernur, terus beliau 'silakan Pak Mangara," terangnya.


Setelahnya, Mangara meminta izin untuk pensiun jika tidak ada posisi baru yang diterimanya. Hal itu karena Mangara memang sudah masuk masa pensiun.

"Kemudian saya menyampaikan kepada beliau kalau memang tidak ada (posisi) baru bagi saya, ya perkenankan saya mengambil pensiun," kata Mangara.

"Nah terus beliau tanya 'emang umurnya sudah berapa?'. 'Mendekati 59' saya bilang," lanjutnya.


Ketika menyampaikan hal itu, Anies sempat menahan Mangara untuk tidak buru-buru pensiun. Anies berjanji untuk melakukan pertemuan mencarikan solusi.

"Jangan dulu, jangan dulu, kita cari solusi apa nanti kita ketemu," kata Anies yang disampaikan Mangara.

Mangara kemudian menuruti ucapan Anies itu. Tetapi, sampai pelantikan tanggal 5 Juli 2018, diskusi untuk mencari solusi itu belum kesampaian.


"Siap, kalau dipanggil, saya siap ketemu saya bilang. Nah sampai dengan sekarang setelah pelantikan ada informasi dikumpulkan batal, 2 kali itu batal sampai (sekarang) belum ada," tuturnya.

Lebih lanjut, Mangara pun menceritakan soal masa pensiunnya. Dia yang menjabat eselon II, sesuai aturan bisa menjabat sampai usia 60 tahun tapi tetap dicopot.

"Jadi begini, sejak pelantikan pergantian gubernur dan kemudian setelah melewati 58 tahun pada prinsipnya saya sudah siap kapan saja dipensiunkan, karena hak saya sebagai PNS hanya 58 tahun. Karena saya menjabat eselon 2 boleh dong sampai 60 tahun, tetapi ketika tidak diberikan 60 tahun sudah siap apalagi setelah pergantian Pak Ahok dan Pak Anies," katanya.


Dalam hal ini Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah menyelidiki proses pergantian wali kota di DKI Jakarta. KASN juga sudah mengundang para wali kota yang dicopot untuk minta keterangan.

"Saya tidak dalam posisi melapor (ke KASN). Saya tidak melapor tetapi KASN itu memberikan undangan kepada saya, mengundang kami-kami, antara lain saya diundang untuk datang ke sana terus saya memberikan keterangan di sana," ujar Mangara.

Mangara menyampaikan undangan itu tanggal 10 Juli, namun dia tak bisa hadir. Dan baru menyempatkan hadir Senin (17/7) kemarin.

"Diundang tanggal 10. Saya tanggal 10 nggak bisa karena saya menyelesaikan pindah rumah kemudian saya baru bisa datang hari kemaren hari Senin," jelasnya.


Mangara tidak bisa menjelaskan hasil pertemuannya dengan KASN kemarin. Namun dia menegaskan sudah menjawab seluruh pertanyaan dari KASN itu.

Saat ini, Mangara mengaku belum ditempatkan di posisi mana pun pasca pencopotan. Dia juga mengatakan belum menerima surat pensiun.

"Nggak ada, nggak tahu (ditempatkan di mana), coba tanya yang pasti yang saya tahu tapi saya belum lihat SK-nya itu pensiun, tapi surat pensiun saya belum terima," kata Mangara.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed