Trump Peringatkan Akan Bombardir Iran Lagi, Bidik Target Baru

Trump Peringatkan Akan Bombardir Iran Lagi, Bidik Target Baru

Wildan Noviansah - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2026 19:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat, Washington, D.C., Selasa (24/2/2026). Pidato ini menjadi pidato kenegaraan
Foto: REUTERS/Kenny Holston
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperingatkan akan menyerang kembali Iran. Trump menyebut serangan yang akan dilancarkan sangat keras.

"Hari ini Iran akan diserang sangat keras!" kata Trump melalui postingan Truth Social-nya dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/3/2026).

Trump juga menyebut akan memperluas serangan yang mengarah target-target baru. Trump mengancam akan menghancurkan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target hingga saat ini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menghadapi kematian pasti, karena perilaku buruk Iran," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Serangan itu diklaim itu menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei diketahui telah tewas di kompleks kepemimpinannya pada hari Sabtu (28/2), pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel yang memicu perang Timur Tengah.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini sebelumnya mengatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dengan Amerika Serikat dan Israel. Dia menambahkan bahwa Iran siap memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah terlihat di medan perang.

Jenderal Iran tersebut menekankan bahwa gelombang serangan di bawah Operasi "Janji Sejati 4" yang dilakukan hingga saat ini, hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan Iran yang sebenarnya.

"Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi," kata juru bicara tersebut. "Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap untuk serangan menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," cetusnya, dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026).

Simak juga Video: Gedung Putih Sebut Agresi ke Iran Bisa Berlangsung Hingga 6 Minggu

(wnv/dhn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads