DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 22:19 WIB

KLHK Lepas Liarkan 10 Jalak Bali di TNBB

Raden Fadli Sumawilaga - detikNews
KLHK Lepas Liarkan 10 Jalak Bali di TNBB Foto: Dok. KLHK
Denpasar - Sepuluh ekor burung jalak Bali dilepasliarkan pada Sabtu (14/7/2018) di daerah Labuan Lalang, kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Sebelumnya, satwa langka tersebut telah menjalani proses habituasi di kandang pra-pelepasliaran.

Kepala Balai TNBB Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Ngurah menjelaskan, selama kurun waktu lima tahun terakhir, populasi burung jalak Bali di alam terus meningkat.

"Pada 2013, tercatat 32 ekor saja, namun seiring dengan upaya konservasi yang dilakukan, populasinya bertambah setiap tahun, hingga 2018 teramati sebanyak 141 ekor hidup bebas di dalam kawasan TNBB. Satwa ini tersebar pada enam titik di TNBB, yaitu Cekik, Tegal Bunder, Lampu Merah, Teluk Brumbun, Labuan Lalang, dan Tanjung Gelap," jelas Agus dalam keterangan tertulis, Senin (16/7/2018).


Selain di alam, saat ini terdapat 336 ekor jalak Bali di kandang pembiakan Unit Pengelolaan Khusus Pembinaan Jalak Bali (UPKPJB), untuk menambah stok pelepasliaran.

"Sejak pertama kali dilepasliarkan di site Labuan Lalang pada 2015, sudah terpantau sebanyak 65 ekor," lanjutnya.

Dikatakannya, petugas Balai TNBB dibantu masyarakat akan melakukan monitoring intensif guna memastikan burung jalak Bali dapat bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik. Selain itu, kandang habituasi akan diisi kembali dengan burung yang dikenal masyarakat dengan nama curik Bali ini sebagai pengikat.

Tidak ketinggalan, Agus mengimbau seluruh pihak untuk bekerja sama memulihkan populasi burung jalak Bali karena burung yang dilepasliarkan kali ini berasal dari anakan yang menetas di habitat alaminya.

Pelepasan 10 ekor burung jalak Bali ini dilakukan oleh Koordinator Staf Khusus Presiden RI Teten Masduki bersama Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno.


Dalam pelepasliaran tersebut, turut hadir komunitas pencinta burung Ronggolawe, perbekel (kepala desa), bendesa adat sekitar TNBB, serta masyarakat sekitar. Dalam acara tersebut, dilakukan juga penanaman jenis pohon penghasil pakan dan pohon langka, yaitu pilang (Acacia leucophloea), cendana (Santalum album), dan sawo kecik (Manilkara kauki), serta penandatanganan prasasti sarpras monumen/gapura jalak Bali di TNBB.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed