DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 21:34 WIB

Fakta Baru Kasus Abu Tours soal Tiket Makassar-Arab Saudi

Muhammad Taufiqqurahman, Rivki - detikNews
Fakta Baru Kasus Abu Tours soal Tiket Makassar-Arab Saudi Para tersangka Abu Tours (m bakrie/detikcom)
Makassar - Polda Sulsel telah menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba di sejumlah daerah di Indonesia. Namun Saudi Arabian Airlines menganggap penyitaan yang dilakukan polisi tak sesuai dengan prosedur.

Fakta itu terungkap dalam sidang praperadilan Saudi Arabian Airlines terkait penyitaan aset Abu Tours oleh Polda Sulsel di PN Makassar, Senin (16/7/2018). Dalam sidang yang dipimpin Suratno ini, hadir Vice President Sales and Marketing PT Ayu Bergasari GSA, yang merupakan perwakilan Saudi Airlines, Hery Setiawan.


Hery menerangkan Abu Tours berutang 10 ribu tiket untuk keberangkatan jemaah dari Makassar ke Tanah Suci pada 2017. Pemberian tiket itu disebabkan perwakilan Saudi Airlines meyakini kala itu Abu Tours masih merupakan perusahaan yang sehat.

"Abu Tours memesan 10 ribu tiket selama 6 bulan di tahun 2017," kata Hery dalam kesaksiannya.

"Jadi begini, dalam perjanjian itu kita juga menyesuaikan dengan anggaran kita. Dan juga kita diskusikan. Kerja sama itu lebih ke kerja sama penjualan tiket," jelasnya.
Fakta Baru Kasus Abu Tours Soal Tiket Makassar-Arab SaudiCalon jemaah umrah Abu Tours mengikuti sidang praperadilan di PN Makassar. (Topik/detikcom)

Kuasa hukum pihak Saudi Airlines, Suyudi, mengatakan pihaknya hanya meminta hak klien yang berada dalam penyitaan Polda Sulsel.

"Intinya bahwa punya hak di sini untuk secara keperdataan barang yang merupakan objek sita. Yang perlu dipahami, ini adalah tiket yang selesai berangkat umrah," ucap Suyudi.


Dihubungi terpisah, pihak Saudi Airlines menegaskan hak-hak perusahaannya itu sudah diakui oleh undang-undang. Mereka mengaku dirugikan dan sebagai korban dalam kasus ini.

"Apakah hal ini ada hubungannya dengan korban Abu Tours? Korban yang mana? Apakah kami bukan korban? Menurut hemat saya, hubungan antara kami dan ABT sudah selesai karena jemaahnya sudah terbang dan muncul wanprestasi dari Abu Tours yang menyebabkan kami sebagai pemegang hak tanggungan berhak untuk mengeksekusi benda tersebut," cetusnya.

Dalam kasus ini, Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka, yaitu Komisaris PT Abu Tours and Travel Khairuddin, CEO PT Abu Tours Hamzah Mamba, istri CEO Abu Tours Nursyariah Mansyur, dan mantan Manajer Keuangan Abu Tours M Kasim. Sidang praperadilan Abu Tours rencananya akan kembali digelar pada Selasa (17/7) besok dengan agenda mendengarkan kesimpulan para pemohon dan termohon.
(/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed