detikNews
Senin 16 Juli 2018, 18:01 WIB

Dato Sri Tahir Buat Konsep Filantropi dari Pengalaman Hidupnya

Eva Safitri - detikNews
Dato Sri Tahir Buat Konsep Filantropi dari Pengalaman Hidupnya Foto: Dato Sri Tahir dianugerahi Doktor Honoris Causa (Eva-detik)
Padang - CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir meraih gelar doktor honoris causa (HC) di bidang hukum dan kemanusiaan. Tahir mengatakan kepedulian tersebut didasari pengalaman hidupnya yang biasa bekerja dalam bidang kemanusiaan.

"Sebagai refleksi dari perjalanan hidup dan pengalaman saya berpartisiasi dalam kerja-kerja kemanusiaan di berbagai negara yang dilanda konflik dan perang," ujarnya di ruang Convention Hall, Jalan Unversitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Senin (16/7/2018).

Konsep filantropi pada umumnya akan dianggap tak sejalan dengan bidang usaha. Namun, bagi Tahir, kemanusiaan merupakan tanggung jawab setiap manusia.
"Memang dunia filantropi tidak berkaitan dengan dunia pengusaha, namun filantropi merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan bentuk rasa syukur saya sebagai hamba Tuhan atas anugerah-Nya," ucapnya.

Tahir mengatakan kepedulian tersebut bukan hanya sekadar ajaran agama yang mewajibkan untuk saling menolong. Dia mengatakan hal itu juga berasal dari panggilan batin.

"Pengalaman batin yang saya miliki dalam kegiatan kemanusiaan di masa kecil juga menjadi bagian inheren. Karenanya membangun kepedulian antarsesama haruslah dengan membangun dan terus mengembangkan budaya giving kepada generasi selanjutnya," jelasnya.
Bos Mayapada Dato Sri Tahir, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, dan rektorat Unand di acara peletakan batu pertama laboratorium hukumBos Mayapada Dato Sri Tahir, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, dan rektorat Unand di acara peletakan batu pertama laboratorium hukum (Foto: Eva Safitri/detikcom)
Baca juga: BJ Habibie Hadiri Pengukuhan Gelar Dr HC Bos Mayapada di Unand
Tahir mengatakan menerapkan konsep filantropi di negara konflik tidaklah mudah. Namun, misi sucinya untuk membantu itulah yang menutupi rasa takutnya.

"Membantu korban akibat konflik bersenjata merupakan tantangan tersendiri. Berada di daerah konflik tentu juga berpotensi mempertaruhkan nyawa kita sendiri. Niat baik dan pekerjaan baik untuk membantu orang-orang yang sedang dalam penderitaan merupakan misi suci yang mengalahkan semua tantangan yang ada. Itulah salah satu hakikat nilai kemanusiaan yang sesungguhnya," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tahir sempat memberikan bantuan untuk korban konflik di Timur Tengah. Tahir sempat menyumbangkan jutaan dolar AS ke Yordania, dan pengungsi Palestina serta Suriah di Lebanon.
Diketahui penganugerahan ini merupakan gelar doktor kehormatan yang kelima bagi Tahir. Gelar pertama diperoleh tahun 2008 dari Universitas 17 Agustus bidang kedokteran, lalu tahun 2016 didapatinya dari Universitas Gajah Mada bidang manajemen. Kemudian tahun 2018 gelar doktor kehormatan juga diperolehnya dari Universitas Airlangga bidang politik dan ekonomi.

Tahir tidak lupa untuk memberikan bantuannya kepada Universitas Andalas. Dalam kesempatan ini Tahir ditemani Presiden ketiga RI BJ Habibie beserta jajaran Rektorat Unand melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan laboratorium hukum.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed