DetikNews
Jumat 13 Juli 2018, 12:01 WIB

Motor Diangkut Polisi karena STNK Mati, Pria ini Marah-marah

Sahaya Anisa - detikNews
Motor Diangkut Polisi karena STNK Mati, Pria ini Marah-marah Foto: Sahaya Anisa/detikcom
Jakarta - Polisi melakukan razia terhadap pemotor di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Razia dilakukan untuk mengantisipasi pemotor yang hendak naik ke jalan layang nontol (JLNT) Casablanca.

Razia dipimpin oleh Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto pukul 07.30 WIB, Jumat (13/7/2018). Selain yang naik ke JLNT, polisi melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan pemotor yang melintas di lokasi.

Seorang pemotor kemudian diberhentikan oleh polisi lantaran pelat nomornya sudah mati. Anggota Lantas Briptu Aden kemudian menyetop pengendara motor tersebut dan memintanya menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Namun pemotor itu tidak bisa menunjukkan SIM-nya, hingga akhirnya polisi memintanya menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ternyata STNK pemotor itu juga belum mendapat pengesahan, artinya belum bayar pajak.


"Motor Bapak mati (pelat nomornya)," kata Aden kepada pemotor itu.

"Saya bayar... saya bayar... saya bayar. Saya bayar sekarang. Saya bayar. SIM saya nggak ada, tilang. Tapi, kalau masalah pajak, saya bayar andaikata didenda Rp 5 juta pun, saya bayar," kata pemotor itu.

"Bukan masalah bayar, Pak. Pelatnya mati," jawab Aden.

Aden kemudian hendak menahan motor pria itu. Pemotor itu pun emosional dan menolak motornya ditahan polisi. Pemotor ini berargumen bahwa motornya itu bukan hasil kejahatan, sehingga meminta polisi tidak menahannya.

"Kan saya belum bayar pajak. Andaikata ditagih, saya bayar. Nah saya kalau saya nggak bawa SIM, silakan ditilang STNK-nya. Nah, ini motor mau ditahan, wah nggak bisa. Nih STNK, STNK. (Ini) bukan motor curian, kok. Kecuali kalau motor curian, saya ditahan (motornya) nggak apa-apa. Andaikata minta bayar sekarang, ke bank sama saya," beber pria itu sambil menggebrak speedometer motornya.


Adu mulut terus terjadi antara Aden dan pemotor itu. Hingga akhirnya ada polisi lain yang mendekati Aden dan pemotor itu.

"Sudah, bawa motornya," tegas polisi tersebut.

Meski begitu, pemotor itu tetap bertahan. Dia tidak mau motornya ditahan polisi. Hingga akhirnya Ketua Tim Cakra Police Response (CPR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Made Kamarawan menyuruh anggotanya menahan motor tersebut.

"Iya, motornya ditahan," kata Made saat dimintai konfirmasi di lokasi.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed