DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 11:05 WIB

Mendadak Miskin yang Bikin Ganjar hingga Mendikbud Geregetan

Parastiti Kharisma Putri, Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Mendadak Miskin yang Bikin Ganjar hingga Mendikbud Geregetan Ganjar Pranowo (angling/detikcom)
Semarang - Puluhan ribu lulusan SMP mendaftar ke SMA/SMK di Jawa Tengah. Banyak di antaranya menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Yang bikin geleng-geleng kepala, ribuan di antaranya ternyata SKTM palsu. Mendadak miskin!

"Sekarang, dari 62.456 (pendaftar di SMA negeri) yang menggunakan SKTM, yang lolos 26.507, sebagian besar coret," kata Ganjar dengan nada tinggi di kantor Dinas Pendidikan Jateng, Jalan Pemuda, Semarang, Selasa (10/7).

Dari data Dinas Pendidikan, pendaftar di SMA negeri yang menggunakan SKTM sebanyak 62.456 orang dan ternyata yang benar-benar siswa miskin ada 26.507 pendaftar. Sedangkan di SMK negeri, ada 86.436 pendaftar yang menggunakan SKTM, dan yang lolos ada 44.320 pendaftar.

"Sebenarnya teman-teman di daerah sudah banyak yang melakukan verifikasi dan bagus, namun ada juga yang kurang serius. Hari ini full saya perintahkan untuk verifikasi," kata Ganjar geregetan.

Tonton juga 'Sistem PPDB Zonasi Diterapkan, Mendikbud Minta Pemda Patuh':



Ganjar berharap para orang tua jangan sampai melakukan perbuatan tercela dengan mengakali SKTM. Meski akhirnya masuk sekolah swasta, masih sangat banyak sekolah swasta yang bisa dipilih.

"Tidak usah khawatir, gubernurmu ini SMA-nya swasta, yo ora popo," kata Ganjar.

Setali tiga uang, Mendikbud Muhadjir Effendy dibuat geregetan. Dia menuturkan tindakan tersebut akibat pola pikir masyarakat yang ingin mendapat sekolah favorit.
Mendadak Miskin yang Bikin Ganjar hingga Mendikbud Geregetan

"Itu kan kelakuan masyarakat yang masih berburu, akibat dari kelakuan masyarakat yang masih memandang bahwa sekolah favorit itu masih menjadi pilihan utama. Padahal itu sudah harus dihilangkan mindset berburu sekolah favorit itu," kata Muhadjir.

Muhadjir mengimbau orang tua tak 'bohong' terkait SKTM tersebut. Apalagi SKTM palsu itu juga merusak karakter anak.

"Saya imbau tidak boleh berbohong! Karena, kalau dia bohong pakai SKTM palsu itu, di samping dia berbohong, juga telah merusak karakter anaknya sendiri. Karena telah memberi contoh bagaimana cara bohong," tuturnya.

Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta dinas pendidikan di kabupaten/kota melakukan pengawasan ketat.

"Saya minta dinas ketat mengawasi baik di tingkat satu maupun kabupaten/kota. Izin yang diberikan harus tepat, jangan membohongi. Itu pendidikan yang tidak baik," kata Sri Sultan HB X di kantor Gubernur DIY di Kepatihan.

Mendadak Miskin yang Bikin Ganjar hingga Mendikbud Geregetan

(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed