DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 09:59 WIB

Bamsoet Minta Kapolri Lanjutkan Reformasi Internal Polri

Gibran Maulana Ibrahim, Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Bamsoet Minta Kapolri Lanjutkan Reformasi Internal Polri Ketua DPR Bambang Soesatyo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan pesan kepada Polri, khususnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pada HUT ke-72 Bhayangkara. Bamsoet meminta agenda reformasi internal Polri terus dilanjutkan Tito.

"Pengabdian berkesinambungan oleh Polri dalam menjaga keutuhan NKRI serta mewujudkan keamanan dan ketertiban umum telah mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai elemen masyarakat," kata Bamsoet kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

"Kendati Polri sendiri masih harus melakukan sejumlah perbaikan pada lingkup internal, cinta dan simpati masyarakat kepada Polri sudah terlihat nyata, dan patut dijadikan pijakan untuk melanjutkan reformasi internal," imbuhnya.


Bamsoet memerinci capaian Polri di bawah komando Tito. Densus 88 Antiteror Polri, kata Bamsoet, konsisten memerangi sel-sel teroris di dalam negeri dan terus mengantisipasi ancaman dari para WNI simpatisan ISIS yang kembali dari Irak serta Suriah.

"Ketika beberapa elemen masyarakat coba merongrong NKRI dan Pancasila, Polri merespons semua rongrongan itu dengan langkah dan tindakan yang terukur," sebut Bamsoet.

Politikus Golkar itu mengatakan sudah menjadi pengetahuan publik bahwa Polri gencar memerangi sindikat narkoba. Tak hanya itu, dia menyebut, Polri juga peduli pada persoalan bahan kebutuhan pokok masyarakat dengan membentuk Satgas Pangan, yang dianggapnya terbukti berhasil memperkecil ruang gerak spekulan di pasar kebutuhan pokok.

Lebih dari itu, Bamsoet melanjutkan, Polri pun dengan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga mampu memberikan respons yang tepat pada kejahatan siber hingga penyebarluasan hoax atau berita bohong. Hal di atas, kata Bamsoet, merupakan gambaran kinerja yang bisa diwujudkan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Jenderal Tito berhasil meyakinkan seluruh elemen masyarakat bahwa Polri adalah alat negara yang siap mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat," tegas Bamsoet.

Dia mengatakan kepercayaan dan simpati masyarakat kepada Polri terus meningkat. Masyarakat selalu berharap dan mendorong Polri untuk menindak individu atau kelompok orang yang nyata-nyata bertindak mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Masyarakat juga memberi dukungan solid ketika prajurit Polri menindak kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan mengganggu keutuhan NKRI.


Sebaliknya, kata Bamsoet, masyarakat sudah mau terang-terangan mengekspresikan simpati dan dukacita ketika prajurit Polri menjadi korban akibat serangan pelaku tindak kriminal maupun serangan terduga teroris. Sedangkan di dunia maya, para warganet juga tak segan-segan memberikan semangat dukungan kepada Polri.

"Kendati kurva cinta dan simpati publik kepada Polri terus membaik, pekerjaan Jenderal Tito belum selesai. Publik mencatat bahwa masih ada oknum prajurit Polri berperilaku menyimpang," lanjut mantan Ketua Komisi Hukum (Komisi III) DPR itu.

"Untuk melanjutkan reformasi di tubuh institusi Polri, Jenderal Tito pasti tahu apa saja yang harus dilakukan. Cinta dan simpati publik kepada Polri yang telah tumbuh hendaknya menjadi momentum bagi Polri untuk melanjutkan reformasi internal. Dirgahayu, Polri," pungkasnya.

Minta Kapolri Tetap Netral

Bamsoet mengatakan perayaan HUT Bhayangkara tahun ini sangat bermakna karena bertepatan dengan akan diadakannya pesta demokrasi Pemilu 2019. Bamsot mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tetap netral.

"Kita berharap Kapolri tetap dalam posisi yang netral dalam politiknya, dan berada dalam semua golongan politik yang ada. Maksudnya harapan kita Polri tetap terus menjaga ketertiban dan keamanan. Daerah rawan jelang Pileg dan Pilpres 2019," katanya usai menghadiri acara HUT Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Bamsoet mengapresiasi kerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di usia ke-72 tahun ini, kepercayaan masyarakat ke polisi disebutnya semakin meningkat.

"Kami berikan apresiasi kepada apa yang sudah dilakukan oleh Polri. Di mana sudah disampaikan, bahwa kepercayaan publik kepada masyarakat semakin meningkat. Bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan dalam masa-masa depan," ujar Bamsoet.

Bamsoet juga mengapresiasi Indonesia yang masuk daftar 10 besar negara teraman. "Ya Indonesia berdasarkan survei keamanan dan ketertiban dan terorisme. Mungkin saja dalam menggulung terduga dirasakan," ucapnya.
(idh/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed