Pengasuh Anak Ronny Beri Kesaksian soal Dugaan Penganiayaan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 10 Jul 2018 18:30 WIB
Foto: Ronny pelapor Herman Hery
Jakarta - Polisi telah memeriksa Ema Sartika (32), pengasuh yang merawat anak dari Ronny Yuniarto. Ema diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya pemeriksaan Ema tersebut. Hanya saja, Argo tidak membeberkan materi pemeriksaan tersebut.

"Namanya pelimpahan itu bagian dari pada berkas penyidikan. Otomatis kita melihat, kalau dipanggil ya betul (ada pemanggilan terhadap saksi)," kata Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Secara terpisah, pengacara Ronny, Yanuar Sasmito, membenarkan Ema sudah diperiksa polisi pada Selasa (9/7) kemarin. Menurut Yanuar, Ema menyampaikan keterangan mengenai kronologi pengeroyokan yang dialami Ronny saat melintas di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Dari pertanyaan penyidik mengenai pengeroyokan yang menimpa korban (Ronny), saksi membenarkan," ujar Yanuar dalam keterangannya kepada wartawan.


"Besoknya saya (Ema) ditunjukan foto diperoleh dari google oleh sir (Ronny), pelakunya namanya Herman Hery, wajahnya sama yang mengeroyok sir bersama-sama sopirnya," Yanuar menirukan Ema.

Selain Ema, Yanuar menyatakan Polda Metro Jaya juga telah memeriksa Ronny pada 4 Juli 2018 dan istri Ronny, Iris Ayuningtyas pada 6 Juli 2018.

Kasus dugaan penganiayaan yang dituding melibatkan anggota DPR itu sebelumnya telah dilimpahkan oleh Polres Jaksel ke Polda Metro Jaya. Polisi saat ini masih fokus dalam pengumpulan keterangan saksi dan alat bukti.

Selain laporan Ronny, Polres Jaksel juga melimpahkan laporan Pardan. Pardan adalah sopir Yudi Adranacus, adik anggota DPR Herman Hery.


Sebelumnya, Polres Metro Jaksel telah memeriksa Ronny dan saksi-saksi terkait kasus dugaan penganiayaan yang terjadi pada 10 Juni 2018. Terkait laporan Pardan, polisi juga telah meminta keterangan pelapor, termasuk Yudi sebagai saksi.

Kasus yang terjadi di busway Jalan Arteri Pondok Indah, Jaksel, itu berbuntut saling melapor. Masih berkaitan dengan laporan Ronny itu, Pardan melaporkan dugaan penganiayaan di lokasi yang sama.

Dalam laporan resmi yang dibuat kedua pihak tidak menyebutkan siapa terlapornya. Namun Ronny melalui kuasa hukumnya menduga pelaku adalah Herman Hery setelah menelusuri mobil Rolls-Royce B-88-NTT yang saat itu ada di lokasi.

Sementara itu, pihak Yudi membantah Herman Hery adalah pelaku penganiayaan seperti yang dituduhkan Ronny. Yudi sendiri mengakui bahwa yang ada di dalam mobil Rolls-Royce saat itu adalah dirinya, bukan Herman Hery.



(knv/mea)