Gerindra: Duet JK-AHY Partainya Apa?

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 02 Jul 2018 14:27 WIB
Foto: Poster JK-AHY. (Dok Demokrat)
Jakarta - Partai Demokrat (PD) mewacanakan duet Jusuf Kalla (JK)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2019. Partai Gerindra tak yakin duet tersebut dapat terwujud.

"Kalau melihat pernyataan Pak JK yang ingin pensiun, ngurus cucu dengan usia beliau kami kurang yakin JK akan maju bersama mas AHY," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada detikcom, Senin (2/7/2018).

Selain itu, Andre mengatakan duet JK-AHY juga terganjal syarat ambang batas capres (presidential threshold) 20 persen. Untuk memenuhi itu, Demokrat butuh dukungan dari partai politik lainnya.


"Realitas politik itu butuh dukungan kursi. Partainya apa? Golkar kan udah mendukung Pak Jokowi. Terus siapa yang mau dukung JK-AHY ini? PKS? Sama PKS aja Pak SBY ngomonginnya koalisi lain bukan JK-AHY. Di lobi-lobinya dari informasi yang saya dapatkan," ungkap Andre.

Andre juga mengatakan partainya tak terpengaruh dengan wacana duet JK-AHY tersebut. Gerindra, tetap terus konsisten mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019.

"Insyaallah koalisi kami bersama PKS dan PAN sudah semakin solid. Mudah-mudahan setelah pilkada ini selesai kita akan bertemu untuk mematangkan koalisi dan menetapkan siapa cawapres Pak Prabowo. Jadi intinya koalisi kami sudah 90 persen tinggal pematangan," tuturnya.

"(Tapi) Kami tetap membuka komunikasi dengan demokrat. Mudah-mudahan demokrat dapat bergabung dengan koalisi kami ini. Harapannya seperti itu," lanjut Andre.

Andre juga menilai wacana duet JK-AHY ini hanya strategi Demokrat untuk menaikkan nama AHY. Sebab, Demokrat diketahui getol untuk mengusung AHY sebagai cawapres.


"Kita tahu kan target utamanya jadi wakilnya Pak Jokowi ya kita hormati saja. Ya itu bagian dari strategi demokrat yang ingin mengusung Mas AHY. Entah sama Pak JK, Pak Jokowi, atau bisa juga ditawarkan ke Pak Prabowo," katanya.

Partai Demokrat (PD) menggodok duet Jusuf Kalla (JK)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk Pilpres 2019. Meski demikian, PD menyebut mereka masih membuka opsi berkoalisi dengan partai-partai lain.

"Sikap Demokrat saat ini masih terbuka untuk semua opsi. Kami menjalin komunikasi dengan semua pihak. Dengan Gerindra, PAN, PKB dan yang lain kami komunikasi," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand mengatakan, duet JK-AHY merupakan keinginan kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu. Dia menegaskan, duet ini belum sikap final PD untuk 2019. (mae/dhn)