DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 15:03 WIB

Menhub Tepis Tuduhan Prabowo LRT Di-mark up

Isal Mawardi - detikNews
Menhub Tepis Tuduhan Prabowo LRT Di-mark up Menhub Budi Karya Sumadi (Grandyos Zafna/detikcom)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menepis tuduhan Prabowo Subianto soal anggaran pembangunan LRT di Indonesia di-mark up alias digelembungkan. Pengelolaan APBN ditegaskan Menhub dilakukan hati-hati.

"Kita itu sangat berhati-hati mengelola dana APBN. Oleh karena itu, kita melibatkan banyak konsultan, terutama internasional, kita harapkan sangat governance. Kita melibatkan instansi-instansi yang berwenang. Menurut hemat saya, sinyalir (mark up) itu tidak benar," kata Budi Karya di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2018).



Budi juga membantah proyek LRT kemahalan. Prabowo sebelumnya menyebut proyek LRT Palembang menelan dana Rp 12,5 triliun untuk panjang rel 24 kilometer. Prabowo menjelaskan harga per kilometer sebesar USD 40 juta, yang menurutnya kemahalan.

"Saya tidak tahu persis ya kalau nggak salah ada pengurangan 10% dari penawaran kontraktor, setelah itu dievaluasi oleh konsultan dari internasional," sambung Budi.

"Seperti dilaporkan, setelah dikomparasi, dibanding Malaysia dan Thailand, (biaya LRT) kita lebih rendah 5-10%," tegas dia.


(fdn/fdn)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed