DetikNews
Sabtu 16 Juni 2018, 23:25 WIB

Ramai-ramai Menanti Polri Jelaskan Klaim Habib Rizieq Soal SP3

Mochamad Zhacky, Indra Komara, Zunita Amalia Putri - detikNews
Ramai-ramai Menanti Polri Jelaskan Klaim Habib Rizieq Soal SP3 Gambar ilustrasi: Habib Rizieq Syihab (Zaki Alfarabi/detikcom)
FOKUS BERITA: Kasus Rizieq Disetop
Jakarta - Klaim Habib Rizieq Syihab soal adanya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) masih belum diklarifikasi oleh kepolisian. Berbagai pihak menantikan kebenarannya, apakah kasus chat porno Rizieq benar-benar sudah resmi dihentikan atau belum.

Pihak Istana Kepresidenan bahkan juga belum tahu kebenaran klaim Sang Imam Besar FPI. Maka Istana akan segera menghubungi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz untuk menjelaskan hal yang sebenarnya.

"Malam ini saya akan koordinasi. By telephone. Saya akan telepon mereka," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).


Dari pucuk pimpinan legislator, niatan untuk memastikan ke Jenderal Tito juga telah diungkapkan. DPR bakal menanyakan langsung ke Kapolri untuk mendapatkan jawaban setelah libur Idul Fitri.

"Sekarang ini kan masih dalam liburan. Pasti kalau sudah masuk akan saya cek ke Polri apakah SP3 itu benar-benar dikeluarkan atau belum," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo saat ditemui di kediaman Chairul Tanjung, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2018).


Waki Ketua DPR Fadli Zon masih menantikan pernyataan terbuka dari Tito Karnavian. Soalnnya kasus chat porno Rizieq itu dinilai sebagai rekayasa belaka dan memang layak dihentikan. Ini perlu dibeber secara transparan. Jangan sampai penegakan hukum digunakan untuk kepentingan politik praktis.

"Kita serahkan klarifikasi seperti apa. Karena menurut saya hukum harus adil. Jadi, kalau ada kasus-kasus seperti ini orang tidak ada kejelasan nanti tidak ada keadilan. Jadi, kita berharap kasus seperti ini transparan. Jangan jadikan hukum jadi alat politik dan menekan, apalagi mereka yang berbeda pendapat," kata Fadli di kediaman Chairul Tanjung, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2018).

Bahkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga mempersilakan publik untuk mendengar penjelasan langsung dari Kapolri. Yasonna mengatakan perkara SP3 kasus chat porno Rizieq bukanlah urusannya.


"Kalau saya nggak tahu. Nggak ada. Kita nggak tahulah pokoknya. Pastinya kita kan nggak boleh duga-duga. Tanya Pak Kapolri," kata Yasonna di kediaman Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6/2018).

Dari barisan politikus, sejumlah perwakilan partai juga masih menantikan penjelasan Tito. Ketua DPP PDIP mengimbau agar semua pihak bisa menanti Tito dengan sabar. Kebocoran informasi SP3 ini disesalkannya terjadi.

"Ya kita sabar menunggu klarifikasi dan penjelasan dari kepolisian. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi detikcom, Jumat (15/6/2018) malam.


Partai Demokrat juga sama-sama menantikan penjelasan polisi soal apakah benar kasus Rizieq dihentikan. Penjelasan ini penting, karena publik perlu tahu dan mengidentifikasi apakah kasus itu memang layak dihentikan atau tidak.

"Apakah benar SP3 sudah diberikan? Alasannya apa? Sehingga publik bisa mencerna keterangan Polri, apakah layak dihentikan, apakah tidak layak. Yang penting Polri harus menjelaskan alasan pencabutan itu seperti apa," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dihubungi detikcom, Jumat (15/6/2018) malam kemarin.

Partai Golkar menilai kasus Rizieq sudah kadung menjadi perhatian khalayak luas di negara ini. Kini yang dibutukan adalah penjelasan soal alasan dilanjutkan atau tidak dilanjutkannya penyidikan kasus itu.


"Saya kira kepolisian harus mengklarifikasi pernyataan Habib Rizieq supaya tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Bagaimanapun kasus yang menimpa Habib Rizieq ini menjadi perhatian masyarakat. Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut," kata Ace saat dihubungi detikcom, Jumat (15/6/2018) malam kemarin.

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan chat porno pada Mei 2017. Polisi menetapkan Firza Husein sebagai tersangka kasus yang sama pada 15 Mei 2017. Keduanya menjadi tersangka setelah chat antara diduga Rizieq dan Firza tersebar melalui situs baladacintarizieq.com. Keduanya membantah tuduhan skandal tersebut.

Kabar soal penghentian kasus chat Habib Rizieq ini sudah berembus pada awal Juni 2018. Saat itu, polisi belum memberikan penjelasan secara terang-benderang mengenai dihentikan atau tidaknya kasus ini.



Tonton juga 'Soal SP3 Rizieq, Menkum HAM: Kita Gatau, Tanya Kapolri':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/imk)
FOKUS BERITA: Kasus Rizieq Disetop
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed