Ada 71 Laporan Pilot Lihat Balon Udara Saat Lebaran

Jabbar Ramdhani - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2018 13:55 WIB
Balon udara diimbau untuk tidak dilepas ke udara, tapi ditambatkan ke tanah. (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta - Pelepasan balon udara yang membahayakan penerbangan ramai dilaporkan pilot. Laporan soal balon udara ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun lalu.

"Laporan pilot sebanyak 63 laporan tahun 2017 menyatakan melihat balon udara pada ketinggian jelajah pesawat udara," cuit AirNav Indonesia seperti dilihat, Sabtu (16/6/2018).


"Pada tahun 2018, tanggal 15 Juni 2018 kemarin pilot memberikan 71 laporan melihat balon udara di ketinggian jelajah pesawat udara," sambungnya.

Soal pelepasan balon udara, sebenarnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah mengatur lewat PM 40 Tahun 2018. Aturan ini dibuat untuk memastikan keselamatan penerbangan.


Kemenhub menyatakan balon udara sebaiknya diikat (ditambatkan) dengan tali yang tinggi maksimalnya hanya 150 meter. Tali yang dipakai pun paling sedikit 3 buah, sekaligus diberi penanda agar mudah dilihat.

Kemenhub bersama AirNav pun membuat festival balon udara tradisional di 3 kota, yakni Wonosobo, Ponorogo, dan Pekalongan. Festival ini digelar untuk sosialisasi dan sarana ekspresi tradisi.


Festival ini diharapkan dapat menjadi ajang mengekspresikan keahlian dalam pembuatan dan menerbangkan balon udara yang selaras dengan keselamatan penerbangan, yakni dengan cara ditambatkan.

Tonton video 'Stop! Terbangkan Balon Udara Raksasa' selengkapnya di 20Detik

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/imk)