Dinasihati Sebut Pertemuan Rizieq-Prabowo-Amien 'Gatot', Ini Kata PSI

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 05 Jun 2018 04:40 WIB
Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman (Foto: Dok detikcom)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) banyak dikritik dan dinasihati lantaran komentar Sekjen mereka, Raja Juli Antoni (Toni) yang menyebut kalau pertemuan Prabowo Subianto-Amien Rais dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah 'gatot' alias gagal total. Apa kata PSI?

Salah satu nasihat untuk PSI datang dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang meminta PSI belajar lagi soal politik. Hanura, yang notabene sesama pendukung Joko Widodo di Pilpres 2019, melalui Ketua DPP Inas Nasrullah Zubir, juga menepis pernyataan Toni.


"Ya, sebagai partai baru, terima kasih masukannya, kami akan belajar," ujar Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman saat dikonfirmasi, Senin (4/6/2018) malam. Toni telah dicoba dikontak terkait pernyataannya yang dikritik banyak politikus, namun belum merespons.

Meski menerima nasihat-nasihat itu, Andy menegaskan PSI punya cara tersendiri dalam berpolitik. Mereka tetap berpegang pada komentar awalnya soal pertemuan Prabowo-Amien-Rizieq di Mekah itu.


"Kami memang menjalankan politik dengan cara-cara yang baru, melihat politik dengan cara-cara yang baru, bukan dengan cara-cara yang lama. Kami menganggap pertemuan di Mekah itu adalah praktik lama berpolitik, kekuatan-kekuatan lama yang menggunakan isu sektarianisme di dalam berpolitik. Sesuatu yang ingin ditinggalkan PSI," sebut Andy.


Caleg PSI itu menegaskan mereka tidak anti masukan dari partai lama. Namun, Andy menegaskan PSI akan terus bersuara apa adanya, termasuk soal pertemuan Prabowo-Amien dengan Rizieq.

"Memang ini cara kami berpolitik, ini cara PSI, cara baru dalam melihat masalah. Kami bicara terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi, kami melihat politik dengan cara yang baru juga dan ingin mendorong politik yang lebih sehat," ucap Andi.

Selain itu, Andy menegaskan seringnya PSI mengomentari urusan partai lain merupakan bentuk nyata PSI dalam mengontrol kebijakan politik. Andy menegaskan PSI tetap akan mempertahankan cara berpolitik mereka.


"Ini tugas partai politik, tidak terhindarkan. Kami akan bicara pada banyak hal, pada segala hal," kata Andy.

"Ya, ini memang kami, anak muda, optimis, melihat politik dengan cara yang baru, dan kami melihat apa yang terjadi di Mekah itu adalah taktik politik lama," jelas dia.



Tonton juga 'Foto Amien-Prabowo-Rizieq Dihapus IG, Fadli: Harusnya Tak Boleh!':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/dkp)