Seruan Koalisi Keummatan Habib Rizieq Disambut PKS-Gerindra-PBB-PAN

Yulida Medistiara, Tsarina Maharani - detikNews
Minggu, 03 Jun 2018 23:24 WIB
Momen Prabowo Subianto saat bertemu Habib Rizieq di Mekah, Arab Saudi (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menyerukan PKS, Gerindra, PBB, dan PAN untuk bersama-sama membentuk Koalisi Keummatan serta mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Seruan ini langsung disambut baik keempat partai politik tersebut.

Menyetujui arahan Habib Rizieq tersebut, PKS berharap koalisi yang hendak dibangun dapat menjadi penantang Joko Widodo. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan seruan Rizieq tersebut sesuai dengan usaha PKS untuk menghadirkan kompetisi yang tangguh dalam melawan koalisi pengusung Jokowi.

"Permintaan Habib Rizieq luar biasa. Menunjukkan kerendahhatian beliau. Padahal baru saja oleh PA 212 beliau dicapreskan. Tapi dengan pertimbangan umat, beliau malah menyerukan dukung Prabowo. Dengan syarat empat partai bersatu," ujar Mardani kepada detikcom, Minggu (3/6/2018).


PKS pun ditegaskan Mardani siap menjadi penanggungjawab dari koalisi keummatan tersebut. Pernyataan Habib Rizieq harus disikapi keempat parpol tersebut dengan persatuan.

"Dengan seruan Habib Rizieq ini mestinya menjadi pelecut bagi partai politik yang belum menentukan sikap untuk segera bersatu. PKS siap menjadi tulang punggung Koalisi Keummatan ini," tuturnya.


Sementara itu, Partai Gerindra yang lebih dulu mengusung Prabowo Subianto sebagai capres menilai Koalisi Keummatan sebagai solusi mengubah nasib bangsa. Gerindra pun berharap Koalisi Keummatan segera dibentuk dan mendeklarasikan Prabowo sebagai capres di 2019.

"Mohon doa dan dukungannya agar harapan Habieb Rizieq, harapan PA 212, dan seluruh rakyat Indonesia agar koalisi ini bisa segera mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres 2019. Sehingga bisa mengubah nasib bangsa yang sekarang lagi dalam kondisi yang memprihatinkan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Minggu (3/6).


Sebelum adanya dorongan Habib Rizieq, Andre menyebut Gerindra sudah intens membangun komunikasi yang baik dengan PKS dan PAN. Gerindra pun akan membangun komunikasi yang intens dengan PBB.

"Tinggal dimatangkan kerangka kerja samanya. Sehingga koalisi keumatan yang diinginkan oleh Habib Rizieq dan juga umat Islam ini bisa terwujud. Dan tentunya kami juga akan berkomunikasi dan mengajak PBB ikut bersama-sama," ucap Andre.

Berbeda dengan Gerindra yang meminta Koalisi Keummatan segera dibentuk dan mendeklarasikan Prabowo, PAN menilai koalisi tersebut mudah dibentuk namun sulit untuk mencari pasangan yang akan diusung.

"Koalisi itu sebetulnya mudah. Dan faktanya, keempat partai yang disebut memiliki kedekatan khusus. Yang sulit adalah memutuskan pasangan yang paling pas untuk menang," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Minggu (3/6).


Sampai saat ini belum ada pasangan yang pas, meski keempat parpol ini telah membangun komunikasi yang cukup intens. Alasannya, komunikasi di antara keempat partai memunculkan banyak nama untuk diusung menjadi capres/cawapres. Nama-nama itu perlu dibahas dan diputuskan secara bersama-sama.

"Ada banyak nama yang telah muncul. Namun, nama-nama itu kan tidak serta merta bisa mendapat tiket. Perlu dikomunikasikan dan ditawarkan ke partai lainnya," jelas Saleh.

Partai Bulan Bintang (PBB) pun ikut menyambut baik seruan Habib Rizieq dan mengusulkan nama sang Ketum, Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi capres/cawapres usungan Koalisi Keummatan.

"PBB mengusulkan Gatot Nurmantyo-Yusril Ihza Mahendra atau Prabowo-Yusril," ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB, Sukmo Harsono, kepada wartawan, Minggu (3/6/2018).


PBB memiliki alasan sendiri mengusulkan pasangan yang akan diusung Koalisi Keummatan.

"Dengan alasan TNI-Islam saat ini akan mendapat dukungan rakyat," imbuh Sukmo.

Meski begitu, PBB mengaku terbuka terhadap opsi lain untuk dibicarakan bersama calon mitra Koalisi Keummatan. Sukmo mengatakan yang penting ajang pilpres ini bukan menjadi sekadar arena unjuk gigi.

"Namun demikian opsi lain kami tetap terbuka untuk duduk bicara dengan PKS dan PAN. Sekali lagi, agar imbauan Habib Rizieq ini dimaknai dengan besar hati untuk mencari kemenangan umat dalam pilpres. Bukan ngotot asal maju," tuturnya.



Tonton juga 'Saat Prabowo-Amien Bertemu Rizieq di Mekah':

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/jbr)