detikNews
Rabu 30 Mei 2018, 20:58 WIB

Ini Pesan Ketua DPR untuk Pelajar Zaman Now

Moch Prima Fauzi - detikNews
Ini Pesan Ketua DPR untuk Pelajar Zaman Now Foto: DPR
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengimbau agar pelajar di Indonesia tidak hanya sibuk pulang-pergi dari sekolah ke rumah. Namun turut berkontribusi untuk negara, contohnya membendung paham radikal dan memberantas terorisme.

"Pelajar Jaman Now jangan hanya sibuk dari rumah ke sekolah, sekolah ke rumah saja. Namun harus turun ke masyarakat. Banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa" ujar lelaki yang disebut Bamsoet ini dalam keterangan tertulis, Rabu (30/5/2018).

Hal itu dikatakan Bamsoet saat menerima Pengurus Pelajar Islam Indonesia (PII) di ruang kerjanya di Kompleks DPR RI, Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan, sebagai kaum terdidik dan intelektual, pelajar harus mampu membendung paham radikal dan ekstrem dari berbagai negara maupun kelompok organisasi internasional.

"Tanggung jawab moral kaum terpelajar terletak pada pengabdiannya di masyarakat dalam menjaga kondusifitas. Salah satunya dalam membendung paham radikal dan ekstrem," papar Bamsoet.



Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga berpandangan di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan agama sesungguhnya mampu menjadi benteng pertahanan bagi para kaum terpelajar. Melalui pendidikan agama, diharapkan moralitas generasi muda Indonesia bisa terjaga.

"Kalian sebagai generasi pemuda dengan latar belakang pendidikan Islam harus menjadi teladan bagi masyarakat. Jangan justru menjadi contoh buruk. Jadilah insan yang menyejukkan, tebarkan kedamaian antarsesama," sebut Bamsoet.



Dia mengingatkan, dari masa ke masa sosok pemuda Islam selalu memiliki andil serta peran penting dalam peradaban dunia. Dengan sumber daya dan semangat besar yang dimiliki, pemuda Islam adalah tonggak kebangkitan umat.

"Sebagai pemuda terpelajar, kalian punya sumber daya dan semangat yang tak dimiliki para senior lainnya. Jangan sia-siakan hal ini. Jadikan agen perubahan yang membanggakan agama, bangsa, dan negara. Jangan justru menjadi agen teroris atau kekerasan," pungkas Bamsoet.
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed