Pimpinan DPR: Candaan soal Bom di Pesawat Itu Tak Bisa Ditoleransi

Tia Reisha - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 11:19 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Dok. DPR)
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan geram atas aksi penumpang pesawat yang mengaku membawa bom saat akan melakukan penerbangan. Menurutnya, aksi yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan keamanan penerbangan itu adalah bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Penerbangan dan bisa dituntut hukum.

"Bercanda ini mungkin bagi pelakunya terlihat sepele, tapi dampaknya besar bagi sebuah penerbangan. Ini menjadi ancaman keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang. Pelakunya harus ditindak tegas, salah satunya melalui tuntutan hukum. Ini juga dalam kaitan agar ada rasa jera di masyarakat dan tidak ada pelaku-pelaku lain yang bercanda membawa bom di pesawat," tegas Taufik di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2018).


Taufik menyatakan kesadaran masyarakat akan aturan agar tidak bercanda mengenai bom itu masih minim. Apalagi kasus ini sampai terjadi berkali-kali. Menurutnya, selain perlu adanya peningkatan sosialisasi dari Kementerian Perhubungan dan operator bandara, perlu ada tindakan tegas, berupa tuntutan hukum kepada pelaku.

"Penumpang itu kan kadang hanya bercanda, guyonan, tapi untuk sebuah penerbangan, candaan soal bom itu tidak bisa ditoleransi. Hal ini karena menyangkut keselamatan penumpang dan keamanan penerbangan itu sendiri. Walaupun hanya candaan, itu berarti menyebarkan informasi palsu dan bentuk pelanggaran terhadap UU Penerbangan," ungkap Waketum PAN itu.


Kasus penumpang bercanda membawa bom yang terjadi baru-baru ini di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, bukanlah yang pertama. Kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi. Pada Mei ini saja, tercatat ada 6 kasus serupa. Selain maskapai Lion Air, maskapai Garuda Indonesia dan Batik Air harus berurusan dengan gurauan penumpang pembawa bom.

Untuk diketahui, sanksi hukum bagi mereka yang memberikan informasi palsu yang membahayakan penerbangan ada dalam Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Berikut ini bunyi ayat pada Pasal 437: (1) Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.



Saksikan juga video "DPR Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Candaan Bom Lion Air" berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)