DetikNews
Minggu 27 Mei 2018, 13:57 WIB

Mendagri Selidiki Dugaan Sabotase e-KTP yang Tercecer di Bogor

Ray Jordan - detikNews
Mendagri Selidiki Dugaan Sabotase e-KTP yang Tercecer di Bogor e-KTP yang tercecer dari truk di Bogor. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Tercecernya e-KTP dari truk di Bogor, Jawa Barat menyisakan tanda tanya. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengirimkan tim menyelidiki penyebab tercecernya e-KTP yang disebut sudah rusak tersebut.

Dua kardus e-KTP tersebut sedang dalam perjalanan dari Pasar Minggu. e-KTP itu mau dibawa ke gudang di Bogor.

"Ada gudang di Bogor. Yang saya tanyakan, angkutnya apa tidak ada mobil tertutup?" kata Tjahjo kepada detikcom, Minggu (27/5/2018).

Tjahjo mengatakan, dirinya sudah mengirimkan tim dari Kemendagri untuk mencari tahu penyebab tercecernya e-KTP tersebut. Dai mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau sabotase dalam kejadian ini.

"Sekarang tim Sekjen, Irjen dan tim hukum (Kemendagri) sedang meneliti apakah ada unsur kelalaian, keteledoran, sabotase. Ini yang tercecer dua kardus mi instan," katanya.

Sejumlah e-KTP itu sedang dibawa oleh truk dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu Jakarta Selatan menuju Gudang Kemendagri di Semplak, Bogor, Jawa Barat. KTP itu tercecer di simpang Salabenda, Desa Parakansalak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dan disaksikan warga setempat.

Pihak Kementerian Dalam Negeri sendiri telah memastikan e-KTP yang jatuh di Bogor merupakan e-KTP rusak. Namun belum bisa dipastikan berapa jumlah KTP yang tercecer itu.

"KTP elektronik rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak satu dus dan seperempat karung, bukan ber karung karung," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, dalam keterangan pers pada Minggu (27/5/2018).

Meski jumlah secara umum e-KTP itu diketahui sebanyak satu dus dan seperempat karung, namun jumlah spesifik e-KTP yang rusak itu belum diketahui.

"Jumlahnya kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya," kata Zudan.

Pada KTP elektronik yang tercecer tersebut terdapat tulisan Pemerintah Sumatera Selatan. "Di KTP itu ada tulisan Sumatera Selatan, mungkin asalnya dari sana. Masa berlakunya juga ada yang sampai 2017 ada yang seumur hidup. Tapi belum tahu kan itu KTP mau dibawa ke mana dan mau diapain," kata Ugan, ditemui di pangkalan ojek Salabenda, Sabtu (26/5/2018) petang.
(jor/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed