DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 22:13 WIB

Hidayat Nur Wahid: Terorisme Bertentangan dengan Nilai Islam

Moch Prima Fauzi - detikNews
Hidayat Nur Wahid: Terorisme Bertentangan dengan Nilai Islam Foto: MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai aksi terorisme yang kerap terjadi di Indonesia bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk menghayati kembali ajaran Islam di bulan puasa ini.

"Terorisme bertentangan dengan ajaran Islam. Saya mengatakan bahwa mereka yang melakukan teror sedang tidak melaksanakan ajaran agama Islam. Karena itu korbannya selain saudara-saudara kita, juga Islam. Karena orang kemudian salah paham tentang Islam. Salah paham tentang takbir, dan lainnya," kata Hidayat Nurwahid dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/5/2018).

Itu diungkapnya saat mengadakan acara buka puasa bersama dengan Pimpinan MPR, Pimpinan Badan dan Lembaga di MPR, duta besar, serta organisasi kemasyarakatan di kediamannya, Kemang, Jakarta Selatan, hari ini.

Hidayat mengatakan Islam di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan tradisi yang ada, seperti buka puasa bersama. "Kami ingin melanjutkan tradisi yang baik ini," katanya.



Dia melanjutkan, dengan menghayati puasa dan kegiatannya di bulan Ramadan maka akan mendapati Islam yang sangat manusiawi, humanis, dan sosiologis yang jauh dari segala persepsi yang lekat dengan terorisme.

Masih menurut Hidayat, dengan mempertimbangkan puasa dan tradisinya di bulan Ramadan maka tampak jelas bahwa Islam dan umat Islam tidak pernah mengajarkan terorisme. Islam, kata dia, mengembangkan kepedulian dan silaturahmi.

"Bahkan ajaran Islam mengembangkan silaturahmi, kepedulian, dan saling berkunjung. Itu pasti bukan perilaku teroris tapi perilaku humanis, ukhuwah," imbuhnya.



Karena itu, lanjut Hidayat, dengan memahami puasa dan aktivitasnya di bulan Ramadan seharusnya tidak terjadi salah paham tentang Islam. Seolah-olah Islam identik dengan terorisme.

"Jadi sekali lagi marilah kita hayati puasa di bulan Ramadan dan kegiatan di dalamnya maka kita akan mendapati Islam yang sangat manusiawi, humanis, sosiologis, jauh dari segala yang bisa dilekatkan dengan terorisme," pungkasnya.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed