ADVERTISEMENT

Ahli di Sidang Bimanesh Jelaskan soal Kode Etik Dokter

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 25 Mei 2018 11:58 WIB
Ahli medikolegal dari Universitas Indonesia (UI) Prof dr Budi Sampurna, DFM, SH, SpF(K), SpKP, di sidang dokter Bimanesh Sutarjo. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Seorang dokter terikat dengan kode etik dalam menjalankan pekerjaannya. Dokter disebut tidak boleh menolak pasien, tetapi ada salah satu kondisi yang membuat dokter tersebut menolak.

Hal itu disampaikan ahli medikolegal dari Universitas Indonesia (UI) Prof dr Budi Sampurna, DFM, SH, SpF(K), SpKP. Budi dihadirkan dalam persidangan lanjutan perkara perintangan penyidikan Setya Novanto dengan terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo.


"Di kode etik jelas disebutkan bahwa seorang dokter nggak boleh menolak pasien dalam keadaan gawat darurat, kecuali dia yakin ada hal lain yang sanggup melakukan penanganan," kata Budi dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).

Kemudian, jaksa KPK Roy Riyadi memberikan ilustrasi, yaitu seorang pasien datang menemui dokter di IGD dan meminta dibuatkan diagnosis yang berbeda dari apa yang sebenarnya dideritanya. Dalam kondisi seperti itu, lanjut Roy, dokter tersebut dalam kondisi bisa menolak atau harus tunduk pada kode etik.

"Yang dilakukan adakah menolak permintaan itu. Kalau yang diminta melakukan atau memberikan keterangan atau bertentangan dengan keilmuan dia, maka dia boleh menolak. Tetapi kalau menolak seorang pasien yang akan minta pertolongan itu yang nggak boleh," jawab Budi.


Selain itu, Budi mengatakan seorang dokter dapat menolak merawat seorang pasien apabila tidak kooperatif. "Kalau orang itu mintanya berlebihan sehingga dokter itu tidak mampu lagi mempertahankan argumennya, tentu saja dia mengatakan 'kalau gitu jangan di tempat saya deh'. Dokter bisa menolak pasien kalau pasien nggak bisa diajak bekerja sama," kata Budi.

Dalam perkara ini, Bimanesh didakwa merintangi penyidikan KPK atas Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, dalam merekayasa sakitnya eks Ketua DPR itu. (yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT