DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 23:00 WIB

Polisi: Pemprov DKI Sempat Larang Bagi-bagi Sembako di Monas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi: Pemprov DKI Sempat Larang Bagi-bagi Sembako di Monas Pembagian sembako di Monas. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Polisi mengatakan Pemprov DKI Jakarta sempat melarang kegiatan pembagian sembako di Monas, Jakarta Pusat. Pemprov melarang kegiatan itu karena tidak sesuai dengan proposal yang diajukan panitia.

"Memang tadi dari keterangan Pak Munjirin (Kepala UPK Monas), pihak Pemprov ada melarang terkait pembagian sembako. Menurut Pak Munjirin, karena tidak sesuai dengan proposal," kata Panit I Unit I Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya AKP Nico Purba di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (22/5/2018).

Kendati demikian, pihak panitia tetap menggelar pembagian sembako tersebut. Dalam pemeriksaan tersebut, Munjirin menyebut pembagian sembako atas inisiatif panitia.

"Iya, inisiatif dari panitia (sembako gratis). Mungkin kalau itu kita nanti masih ada beberapa pemeriksaan, kita belum bisa nyatakan panitia atau Pemprov ada kesalahan. Perlu gali informasi lain," ujar Nico.

Di sisi lain, Nico menerangkan panitia bagi-bagi sembako juga telah mengikuti beberapa rapat koordinasi dengan Pemprov DKI. Panitia pun disebut telah memenuhi prosedur perizinan lokasi di Monas.


"Setiap prosedur memang sudah dipenuhi terkait retribusi, terus adanya kerusakan semacam sudah ada uang perbaikan. Sudah dipenuhi semua," terang dia.

Setidaknya panitia dan pihak Pemprov DKI sudah menggelar rapat sebanyak empat kali sebelum akhirnya UPK Monas mengeluarkan izin lokasi.


"Memang tadi dijelaskan ada beberapa tahap yang harus dilewati dan dijelaskan Munjirin mereka dalam proses tahapan itu melakukan beberapa kali rapat koordinasi dari pihak Monas dan panitia. Kurang-lebih empat kali rapat," katanya.

Tak hanya itu, panitia juga telah membuat surat pernyataan untuk bertanggung jawab atas segala kejadian di kegiatan bagi-bagi sembako.

"Iya, ada surat pernyataan yang ditandatangan panitia itu sendiri, sepihak. Isinya kurang-lebih, jika terjadi sesuatu, pihak Monas dan Pemprov tidak bertanggung jawab," ujar Nico.

Seperti diketahui, dua bocah meninggal dunia seusai kegiatan bagi-bagi sembako di Monas. Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan.

Polisi juga telah memeriksa ketua panitia bagi-bagi sembako, Dave Revano, beberapa waktu lalu. Selain Dave, pihak dokter yang menangani Rizky dan Mahesa juga telah diperiksa.
(mei/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed