DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 03:15 WIB

Motif Pembunuhan Perempuan 'Kaki Nongol' Terungkap!

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Motif Pembunuhan Perempuan Kaki Nongol Terungkap! Foto: Istimewa
Jakarta - Warga Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sempat dibuat geger dengan ditemukannya jasad wanita di pemakaman umum setempat, yang dikubur dengan hanya menyisakan sebagian kaki. Jasad wanita terebut akhirnya terkuak, dan diketahui bernama Sunarti (39) yang merupakan korban pembunuhan.

Setelah polisi melakukan penyelidikan, Sunarti diketahui dibunuh oleh teman suaminya sendiri, Nur Kholis (45). Ada motif asmara hingga Kholis tega menghabisi nyawa Sunarti.

"Kalau asmara motifnya bukan menjadi yang utama, namun yang jelas berdasar penyelidikan anggota pelaku tersinggung dan sakit hati dengan ucapan korban," ujar Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Latif saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/05).


Kholis dikenal sangat dekat dengan suami Sunarti, MKY. Kholis pun dianggap sebagai orang yang biasa dimintai saran dan pendapat oleh MKY jika ada sesuatu menyangkut pekerjaan kontraktor yang digelutinya.

Karena dekat dengan MKY, Kholis juga diberi misi khusus oleh MKY untuk memata-matai Sunarti. MKY curiga Sunarti sedang menjalin cinta dengan orang lain.


Namun Kholis yang diminta memata-matai Sunarti justru jatuh hati kepada Sunarti. Keduanya lalu menjalin hubungan asmara.

"Jadi pelaku ini diminta menjadi mata-mata dan pengawas korban oleh suami, namun berjalannya waktu pelaku dan korban saling suka dan menjalin asmara," terang Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan, Senin (21/5).


Suatu ketika, Kholis dan Sunarti membuat janji untuk bertemu di wilayah Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Keduanya kemudian berkeliling menggunakan mobil milik Sunarti.

Setelah 2 jam berkeliling, Sunarti meminta Kholis untuk mencari hotel. Sunarti meminta Kholis untuk memuaskan nafsu birahinya. Sunarti juga mengancam akan mengguna-gunai anak Kholis jika tidak bisa memuaskan nafsu birahinya.


Namun permintaan mencari hotel diurungkan oleh Kholis dan mengajak Sunarti untuk mencari tempat makan. Keduanya lantas terlibat pertengkaran. Sunarti mengejek Kholis tidak dapat memuaskan hasrat seksualnya, dan karena itulah korban mengancam akan mengguna-gunai anak laki-laki pelaku.

"Jadi pelaku ini tersinggung dengan ucapan korban. Korban mengancam akan mengguna-gunai anak korban jika pelaku tidak bisa dan tidak mau memuaskan nafsu birahi korban. Akhirnya pelaku gelap mata dan membunuh korban," jelas Erick.


Karena merasa diancam dan dihina oleh Sunarti, Kholis pun langsung gelap mata. "Saya emosi, langsung saya cekik lehernya," ujar Kholis, Senin (21/5).

Kholis pun mencekik Sunarti hingga lemas. Saat melakukan aksinya Kholis juga sengaja mematikan mesin AC dan menutup jendela mobil sehingga korban tewas karena kehabisan oksigen. Fakta ini pun telah dipastikan oleh hasil visum dari RS Bhayangkara Kediri.


Guna menyembunyikan hasil kejahatannya, Kholis mencari lokasi untuk mengubur jasad jasad Sunarti. Lokasi yang telah dipilih adalah pemakaman umum Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan.


Sebelum dikuburkan, Kholis sempat menyiapkan alat berupa karung untuk menutupi jasad korbannya, dan meminjam cangkul serta sekop dari keluarganya di Kecamatan Pare.

"Saya menguburkan korban sekitar pukul 23.00 WIB. Korban saya bawa pakai mobil dia, lalu saya geret (tarik, red) tubuhnya dan saya masukkan ke lubang tanah yang sudah saya gali sebelumnya," ungkapnya.
(nvl/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed