DetikNews
Senin 21 Mei 2018, 04:02 WIB

Sofyan Tsauri vs Habib Rizieq Jilid 2

Idham Kholid - detikNews
Sofyan Tsauri vs Habib Rizieq Jilid 2 Foto: Habib Rizieq Syihab. (Dokumen detikcom)
Jakarta - Eks napi teroris Sofyan Tsauri berencana mempolisikan Habib Rizieq Syihab terkait peredaran video yang menyebut dirinya sebagai intel polisi. Perseteruan antara keduanya soal masalah yang sama juga pernah terjadi pada 2010 lalu.

FPI sejak dulu curiga Sofyan merupakan intel kepolisian. Direktur An Nashr Institute yang juga pengurus FPI, Munarman, mencurigai Tsauri merupakan intel polisi yang sengaja ditanam di pelatihan militer di Aceh. Dalam kesaksian di persidangan Abu Bakar Baasyir tahun 2010 lalu, Imam Besar FPI Habib Rizieq juga menyebut Sofyan sebagai mata-mata.


Sofyan membantah tudingan itu. Dia bahkan menantang Habib Rizieq dan Ketua FPI saat itu, Yusuf Qardhawi, yang menuduhnya bisa melenggang bebas selama di penjara, untuk bermubahalah.

"FPI itu kan nggak tahu apa-apa tentang saya. Saya siap untuk bermubahalah dengan Habib Rizieq dan Yusuf Qardhawi (Ketua FPI Aceh)," kata Tsauri saat ditanya soal tudingan FPI sebelum sidang dimulai di PN Depok, Jl Boulevard, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/10/2010) silam.

Perseteruan ini kembali muncul setelah ada video ceramah Habib Rizieq yang beredar. Dalam video berdurasi 5 menit 35 detik, Habib Rizieq mengatakan anggota FPI dilatih menembak di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat oleh Sofyan. Anggota FPI itu kemudian dikirim ke Aceh dan dipersenjatai. Setelah itu anggota FPI diciduk aparat dan Sofyan menghilang.

"Orang bilang 'Habib itu Ustaz Abu Bakar Baasyir ditangkap gara-gara terorisme. Saya tahu perkaranya saudara. Bukan Ustaz Abu Bakar Baasyir yang suruh rakyat perang. Bukan Ustaz Abu Bakar Baasyir, saudara. Yang menciptakan terorisme, seorang yang namanya Sofyan Tsauri. Anggota Brimob, saudara. Dia rekrut anak-anak muda, termasuk laskar FPI, saudara," kata Habib Rizieq, dikutip detikcom dari video tersebut, Sabtu (19/5).


Sofyan, yang ditemui di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, membantah tudingan itu. Dia menegaskan tak pernah berdinas di Korps Brimob.

"Tidak betul, saya dituduh anggota Brimob. Saya anggota Sabhara dan saya belum pernah di Brimob. Saya belum pernah kerja di satker namanya intelijen, intelkam atau reserse," kata Sofyan di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, kemarin.

Sofyan memang bekas anggota Polri. Pangkat terakhirnya Brigadir, sebelum dia dipecat tidak dengan hormat (PTDH) lantaran suatu alasan.

Sofyan Tsauri pun berencana melaporkan Habib Rizieq ke pihak kepolisian. Sofyan merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam karena video ceramah Rizieq yang menyebut dirinya intelijen.

"Saya akan menempuh jalan terakhir sebagai warga negara Indonesia, saya akan menempuh jalan hukum dan saya akan melaporkan ini dengan pihak-pihak yang menuduh, terutama kelompok-kelompok yang mem-banner-kan bahwa saya yang merekayasa, men-setting, melahirkan terorisme," kata Sofyan.


Pihak Habib Rizieq Syihab tidak mempermasalahkan rencana laporan Sofyan Tsauri. Pihaknya yakin laporan itu akan mentah.

Eggi mengatakan, apa yang disampaikan Habib dalam video yang beredar itu merupakan fakta persidangan Abu Bakar Baasyir. "Jadi, laporan si Sofyan itu mentah, nggak bisa, mau laporin apa orang fakta persidangan," kata pengacar Habib Rizieq, Eggi Sudjana saat dihubungi detikcom, Minggu (20/5/2018).

Eggi mengatakan soal melaporkan merupakan hak hukum setiap orang. Namun, dia juga mempertanyakan bukti Sofyan yang ingin melaporkan Habib Rizieq.

"Sekarang kalau dia mau melaporkan Habib, secara ilmu hukum benar, bagus, istilahnya ada hak hukum dia, tapi dia juga harus punya alat bukti yang kuat, kenapa sampai berani laporkan Habib? Padahal dia sendiri yang punya kesalahan di dalam konteks seperti Habib sudah omong, dan itu sudah terbukti waktu pengadilan (Abu Bakar Basyir) di Cilacap," ujarnya.
(idh/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed