DetikNews
Kamis 17 Mei 2018, 14:04 WIB

Soal #SBYJelaskan, PKS: SBY Tak Ingin Kegaduhan

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Soal #SBYJelaskan, PKS: SBY Tak Ingin Kegaduhan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Presiden ke -6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi melalui cuitan di Twitter atas pernyataan Presiden Jokowi yang dinilai mengkritik kebijakan subsidi BBM di era pemerintahannya. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan SBY menjelaskan itu karena tak ingin gaduh.

"Kalau menurut saya bukan baper ya, Pak SBY beliau tidak (baper). Kalau kondisinya baper, kenapa beliau nggak disampaikan juga kepada Pak Jokowi. Ini kan bukan masalah baper-baperan, masa kelas presiden pada baperan," kata Hidayat Nur Wahid di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).


Lebih lanjut, Hidayat menuturkan, antara Jokowi dan SBY saat ini sedang beradu menampilkan tanggung jawabnya. Meski begitu, ia memandang cuitan SBY tersebut sebagai bagian dari usaha yang dilakukan SBY untuk meredam kegaduhan.

"Ini adalah masing-masing mencoba menampilkan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang bisa dilakukan. Yang saya pahami, Pak SBY justru ingin meredam supaya tidak ada kegaduhan. Karenanya, beliau menyampaikan nggak perlu dibuka karena akan bisa menimbulkan kegaduhan itu sendiri," sebutnya.


Hidayat kemudian mengimbau semua pihak, dalam hal ini para pimpinan negara, dapat lebih fokus pada tugas masing-masing dan tidak kerap mengungkit-ungkit masa lalu. Ia pun mencontohkan SBY yang saat menjabat tak pernah mengungkit-ungkit kebijakan presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"Jadi sebaiknya semua pihak fokus apa yang menjadi kewajibannya, apa yang menjadi kewenangannya. Saya kira tidak ada kewajiban untuk mengungkit-ungkit masa lalu, dan itu sudah dicontohkan juga pada Pak SBY ketika tidak mengungkit-ungkit masalahnya Bu Mega," tutup Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Sebelumnya, dalam 'Workshop Nasional Anggota DPRD PPP' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5), Jokowi berbicara soal BBM 1 harga. Jokowi menyinggung harga BBM di wilayah Indonesia timur 3,5 tahun lalu.

Saat itu Jokowi mengaku memerintahkan menteri terkait agar harga BBM disamakan dengan daerah-daerah lain. Singkat cerita, itu berhasil.

"Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," sambung Jokowi.

Lalu SBY bereaksi. Ada lima tweet SBY yang diunggahnya pada Selasa (15/5/2018). SBY menyinggung soal BBM.

"Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*," cuit SBY lewat Twitter @SBYudhoyono.

"Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu & tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi. *SBY*," sambungnya.


Nih lihat juga video Lewat Cuitan, SBY Respons Kritik Jokowi soal Subsidi BBM
(yas/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed