DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 08:47 WIB

Pro Kontra Manuver #2019GantiPresiden 'Asyik'

Jabbar Ramdhani - detikNews
Pro Kontra Manuver #2019GantiPresiden Asyik Sudrajat-Syaikhu di debat kandidat (Foto: ist.)
Jakarta - Cawagub Jawa Barat Ahmad Syaihku memamerkan kaus putih bertuliskan #2019GantiPresiden di debat cagub Jabar kedua kemarin. Pasangan cagub Sudrajad ini melakukan hal itu pada sesi closing statement yang sempat membuat suasana kisruh dan hampir bubar.

Manuver Syaikhu ini menimbulkan pro-kontra. Aksi tersebut dinilai tak tepat karena mencampuradukkan Pilgub Jabar dengan Pilpres 2019.

Cagub Deddy Mizwar mengatakan tindakan yang dilakukan oleh pasangan Sudrajat-Syaikhu tidak pas karena momen tadi adalah momen debat pilgub, bukan pilpres. Menurutnya, Bawaslu harus meneliti dan menegur pasangan tersebut.


"Sebetulnya nggak perlu hal begitu ini kan kecuali nggak hadir para pendukung karena kan berbeda hubungannya apa pilgub dengan pilpres. Tapi ini sebuah kecelakaan dan ya sudahlah, lain kali nggak perlu ada itu lagi. Saya kira Bawaslu harus juga meneliti soal ini. Kalau perlu, dia ditegur. Kalau itu sudah keluar dari aturan main, ya ditegur," kata Deddy usai acara debat Pilgub Jabar di gedung balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5/2018).

Hal senada juga dikatakan cagub Ridwan Kamil. Menurutnya, seharusnya pasangan nomor urut tiga tersebut bijaksana. Ridwan Kamil mengatakan KPU dan Bawaslu semestinya menangani hal tersebut.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat menyesalkan peristiwa ini karena menimbulkan gesekan. Dia pun mengatakan KPU dan Bawaslu akan mengkaji tindakan paslon Sudrajat-Syaikhu yang memamerkan kaus putih dengan tulisan #2019GantiPresiden. KPU dan Bawaslu akan menilai ada-tidaknya pelanggaran.


Bawaslu Jabar sendiri belum dapat memastikan peristiwa tersebut memenuhi pelanggaran atau tidak. Pihaknya akan mengkaji lebih dalam mengenai unsur kampanye Pilpres 2019 dalam debat Pilgub Jabar 2018. Menurutnya bila ditemukan adanya pelanggaran administrasi, pihaknya akan memberikan rekomendasi ke KPU. Nantinya, sambung dia, KPU yang berwenang memberikan sanksi administrasi untuk pelanggaran Pilkada Serentak.

Sementara itu, Waketum Gerindra Fadli Zon melontarkan pembelaan dan memuji pasangan yang memiliki nama 'Asyik' itu. Menurutnya aksi Syaiku tak perlu dipermasalahkan dan merupakan ide brilian. Menurutnya, orang-orang yang meributkan hal itu harus belajar demokrasi lagi.

"Apa salahnya? Itu sangat demokratis dan sangat etis. Itu menurut saya brilian kok itu idenya," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Hal serupa dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno. Menurut Sandi apa yang dilakukan pasangan calon (paslon) Sudrajat-Ahmad Syaikhu hal yang brilian.

"Tentunya Pak Sudrajat dan Syaiku adalah satu-satunya yang secara terbuka menyatakan kami ingin menyandingkan apa narasi yang diharapkan, aspirasi masyarakat di Jabar dan nasional. (Calon) Yang tiga lainnya kan tidak secara gamblang. Mereka melakukan diferensiasi yang menurut saya itu brillian," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Namun, kritik disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan. Ace menyebut aksi itu norak.


"Rasanya tidak etis dan tidak menunjukkan kedewasaan politik mengkampanyekan ganti presiden dalam debat pilkada. Sangat tidak pada tempatnya dan terkesan norak," kata Ace kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).

Ace menilai paslon usungan Gerindra-PAN-PKS itu kehabisan akal untuk meraih dukungan di Pilkada Jabar. Namun sayangnya, upaya mencari perhatian lewat pamer kaus '2019 Ganti Presiden' itu juga tak ada korelasinya.

"Sudah kehilangan cara untuk mendapatkan dukungan pilkada di Jabar," ujar anggota DPR yang duduk di Komisi VIII itu.

"Ini tahapan pilkada, belum masuk ke dalam tahapan pilpres. Sangat disayangkan. Sangat tidak simpatik. Jaka sembung, sangat tidak nyambung!" imbuh Ace.

Lalu bagaimana akhir pro-kontra manuver Syaikhu ini? Apa kesimpulan dan langkah yang akan diambil KPU dan Bawaslu?
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed