Keluarga Korban Bom Gereja Surabaya Berharap Teroris Diberantas

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 14 Mei 2018 19:47 WIB
Ruko milik sepupu Fransisca (Sudirman/detikcom)
Cirebon - Fransisca Eddy Handoko (56), warga Kota Cirebon, menjadi korban tewas akibat bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Fransisca Eddy Handoko tewas saat hendak beribadat di gereja.

Keluarga Fransisca Eddy Handoko diselimuti duka yang mendalam atas kejadian tersebut. Shirle Gunawan, sepupu Fransisca, mengaku mendapat kabar dari pihak kepolisian Surabaya terkait tewasnya perempuan yang akrab disapa Ciska itu.



"Saya menghargai keluarga saya yang sedang berduka. Perwakilan keluarga sudah ada yang ke sana (Surabaya). Kita mendapatkan kabar dari anggota kepolisian sana tentang kabar duka ini," kata Shirle saat ditemui detikcom di rukonya yang berada di Jalan Pagongan, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (14/5/2018) sore.

Shirle mengatakan Ciska dan rekannya, Liem Gwat Nie, yang juga menjadi korban aksi bom bunuh diri, hendak beribadat di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Di Surabaya, lanjut dia, Ciska dan Liem Gwat Niem memiliki agenda mengikuti pameran batik di Grand City Surabaya yang berada di Jalan Wali Kota Mustajab.

"Memang sudah dikonfirmasi, di sana mereka mengikuti pameran di Grand City, Surabaya. Nah, Minggu pagi sudah hilang kontak. Pameran itu dari tanggal 9 Mei hingga 13 Mei, mereka berangkat tanggal 8," kata Shirle.

Keluarga Ciska berharap pemerintah bersama masyarakat lebih proaktif menyikapi aksi terorisme.

"Semoga terorisme bisa diberantas. Kira harus lebih proaktif menyikapi ini," tutupnya. (rvk/bpn)