DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 14:47 WIB

Moeldoko soal Marsinah: Kasus yang Lintasi Zaman Memang Sulit

Andhika Prasetia - detikNews
Moeldoko soal Marsinah: Kasus yang Lintasi Zaman Memang Sulit Foto: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Pemerintah didesak harus mengungkap pembunuhan terhadap aktivis buruh Marsinah. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada kesulitan dalam pengungkapan kasus itu.

"Marsinah ya. Sidoarjo kan? Itu kan agak sulitnya begini. Kalau pergantian-pergantian pemerintahan, bukan berarti ada sebuah perbedaan hukum," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).


Marsinah adalah buruh di pabrik arloji PT Catur Putera Surya (CPS) Sidoarjo, Jatim. Dia memimpin unjuk rasa, menuntut perusahaan menaikkan upah seperti surat edaran Gubernur Jatim kala itu.

Tapi belasan rekannya yang berunjuk rasa kemudian malah ditangkap aparat Kodim Sidoarjo. Marsinah yang datang membesuk, kemudian menghilang, dan baru ditemukan pada 8 Mei dalam kondisi tak bernyawa.

"Terhadap kasus yang melewati berbagai zaman ini memang sulit ya. Tidak mudah untuk di... Background-nya waktu itu berbeda dengan situasi sekarang. Jadi kalau diproyeksikan sekarang, akan sulit. Maksud saya begitu. kita-kira seperti itu," terang Moeldoko.


Moeldoko menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk melindungi hak-hak pekerja. Ia berharap tidak ada lagi 'Marsinah-Marsinah' lain di kemudian hari.

"Jangan dong. Sudah nggak bisa lagi dong seperti itu," kata Moeldoko.

Sebelumnya, kasus Marsinah disebut sebagai pengingat masih adanya kasus-kasus buruh yang belum terselesaikan. Karena itu, koalisi perempuan menilai tidak ada jalan lain selain menuntaskan pengusutan.

"Komnas HAM agar membuka kembali dan mengusut dengan serius kasus Marsinah. Berbagai bahan pengusutan kasus Marsinah sebagai kejahatan HAM masih bisa ditemukan jika ada keberanian dan komitmen untuk menggunakannya bagi penuntasan kasus," demikian tuntutan yang disuarakan 25 Perempuan Pembela Demokrasi dalam jumpa pers di gedung LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).


(dkp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed