DetikNews
Senin 07 Mei 2018, 11:43 WIB

Melihat Lagi Ngerinya Kebakaran Hutan Aceh oleh Kallista Alam

Andi Saputra - detikNews
Melihat Lagi Ngerinya Kebakaran Hutan Aceh oleh Kallista Alam Gedung MA di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta (Ari/detikcom)
Meulaboh - PT Kallista Alam lolos dari hukuman Rp 366 miliar yang dijatuhkan Mahkamah Agung. Sebab, Pengadilan Negeri Meulaboh menganulir putusan MA itu dengan dalih tidak bisa dieksekusi. Bagaimana sebetulnya kebakaran itu?

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom dari putusan MA, Senin (7/5/2018), kebakaran pada 2012 itu sangat mengerikan. Berikut ini faktanya:


1. Kebakaran hutan melanda seribu hektare hutan di kawasan hutan Leuser di Desa Pulo Karet, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.

2. Pencemaran udara menghasilkan gas rumah kaca. Zat terdiri atas:
- 13.500 ton karbon.
-4.725 ton CO2.
- 49 ton CH4
- 60 ton NH3
- 874 ton CO
-1.050 ton partikel ke udara


3. Kerusakan lahan gambut setebal 20-30 cm seluas seribu hektare. Akibatnya, daya serap gambut atas air hilang selama 15 tahun ke depan.
4. Fauna banyak yang mati, seperti orang utan, kera ekor panjang, dan uwa-uwa.
5. Flora banyak yang musnah.
6. Hilangnya mikroorganisme tanah.
7. Selama 15 tahun ke depan, umur pakai lahan menurun.


Sebagaimana diketahui, MA menghukum PT Kallista Alam membayar ganti rugi materi sekitar Rp 114 miliar ke negara dan harus membayar dana pemulihan lahan sekitar Rp 251 miliar hingga putusan berkekuatan hukum tetap.

Namun pada April 2018, PN Meulaboh menyatakan eksekusi keputusan tahun 2014 tak dapat dilaksanakan sampai ada keputusan terhadap gugatan baru. Dalam sidang gugatan yang dilayangkan PT Kallista Alam, majelis menerima gugatan PT Kallista Alam dan menyatakan denda Rp 366 miliar PT Kallista Alam tak dapat dieksekusi.
(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed