PKB Khawatir Rakyat Kecewa soal Opsi Duet Jokowi-Prabowo

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 24 Apr 2018 17:47 WIB
Pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Istana Negara seusai pelantikan Anies-Sandi pada Senin, 16 Oktober tahun lalu. (Foto: Pool/Biro Setpres)
Jakarta - Opsi duet Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019 menuai beragam reaksi. Salah satu partai politik pengusung Jokowi, PKB, tidak mempermasalahkan wacana duet tersebut.

"Posisi PKB selalu berdasar konstitusi. Selama UU dan peraturan tidak melarang, bisa saja," kata Wakil Sekretaris PKB Daniel Johan saat dihubungi detikcom, Selasa (24/4/2018).


Kendati partainya tak mempermasalahkan, Johan khawatir rakyat kecewa terhadap duet tersebut. Sebab, jika duet Jokowi-Prabowo direalisasi, kemungkinan adanya calon tunggal cukup besar.

"Khawatir malah masyarakat kecewa bila calon tunggal dan bagaimana pula respons negara-negara sahabat di dunia," katanya.

Sebelumnya, dalam perbincangan dengan Najwa Shihab di acara 'Mata Najwa' yang disiarkan Trans7, Senin (23/4), Jokowi menuturkan soal peluang dirinya berduet dengan Prabowo.


Berikut ini cuplikan wawancara Najwa Shihab dengan Jokowi:

Najwa Shihab: Pernah ada wacana untuk menggandeng Prabowo Subianto menjadi cawapres Anda, Pak Jokowi?
Jokowi: Dalam rangka kebaikan negara ke depan, kenapa tidak. Saya membuka semua opsi yang ada.
Najwa Shihab: Opsi itu datang dari Anda, Pak Jokowi, atau justru dari pihak Pak Prabowo?
Jokowi: Kalau ditanya datang dari mana, ya datang dari dua-duanya.
Najwa Shihab: Apakah masih terbuka opsi itu?
Jokowi: Semua opsi masih terbuka sekarang. Kenapa tidak? (dhn/dhn)