Warga Baduy Percaya Mandi di Sungai Cibanten Bawa Keselamatan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 21 Apr 2018 19:07 WIB
Foto: Bahtiar Rifai-detikcom
Foto: Bahtiar Rifa'i-detikcom
Serang - Usai menempuh jarak puluhan kilometer menuju Kota Serang, warga Baduy biasanya langsung melakukan ritual mandi di sungai Cibanten. Mandi di sungai ini, dipercaya membawa kesehatan dan keselamatan.

Ayah Armah dari Baduy Dalam kampung Cikertawana menceritakan, bagi warga yang baru pertama kali melakukan Seba, diwajibkan untuk mandi di sungai ini. Tidak terkecuali bagi warga Baduy Luar dan Dalam.

"Amanat kokolot eta, kami oge keur kakarak, jadi amanatna kitu, anu di luar anu ti jero (Amanat leluhurnya seperti itu, saya waktu pertama kali (ikut Seba), amanatnya juga seperti itu, baik Baduy yang di dalam maupun di luar," kata Ayah Armah saat berbincang dengan detikcom, Kota Serang, Banten, Sabtu (21/4/2018).

Sebelum berangkat dari masing-masing kampung di Desa Kanekes, warga memang menurutnya diminta untuk berdongeng kepada anaknya yang akan ikut Seba. Jadi, begitu datang, mereka diminta mandi dan meneteskan air sungai Cibanten ke kedua belah mata.
Warga Baduy Percaya Mandi di Sungai Cibanten Bawa KeselamatanFoto: Bachtiar Rivai-detikcom

"Ceuk baheulana kitu, riwayatna kudu kitu, ka cai mandi, sapeureuh (Sudah dari dulunya begitu, riwayatnya harus seperti itu, ke sungai mandi dan meneteskan air ke mata)," ujarnya berbahasa Sunda.

Selain memang amanat leluhur, mandi di sungai Cibanten juga dipercaya menjaga ke keselamatan dan kesehatan.

"Ka cai mandi, sapeureuh. Ngajaga kana kasehatan jeung kasalametan (Ke sungai mandi dan teteskan air ke mata. Menjaga kesehatan dan keselamatan)," paparnya.

Sungai Cibanten di Kota Serang memang memiliki sejarah panjang masa lampau. Di dekat aliran sungai ini ada situs purbakala Banten Girang. Situs ini adalah peninggalan kerajaan Sunda abad ke-X. Aliran sungai ini juga berujung ke daerah Banten Lama di mana pernah berdiri kesultanan Banten.

Kebetulan, aliran sungai ini tepat melewati belakang gedung eks karesidenan. Di halaman gedung ini juga setiap tahun menjadi pusat upacara adat Seba Baduy bertemu dengan Abah Gede (gubernur). (bri/jor)