Sampah Jakarta Bisa Diatasi Pakai ITF agar Jadi Energi Listrik

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 21 Apr 2018 09:19 WIB
Pasukan Oranye Bersihkan Lautan Sampah di Kolong Tol Tanjung Priok. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Penumpukan sampah di Teluk Jakarta dan kolong Jalan Tol Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi persoalan baru belakangan ini. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebut, selain dengan memanfaatkan tempat pembuangan sampah (TPS), masalah sampah Ibu Kota bisa diatasi dengan intermediate treatment facility (ITF).

"(Selain TPS) itu bikin intermediate treatment facility (ITF). Singapura itu sudah punya 5, Tokyo juga ada," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji saat dihubungi detikcom, Jumat (20/4/2018) malam.

Dia mengatakan, dengan ITF tersebut, sampah bisa dibakar tanpa harus dipilah terlebih dahulu. Hasil pembakaran sampah juga bisa menjadi energi listrik.



"Itu pusat pengelolaan sampah terpadu, ramah lingkungan dan berskala besar. Dia apa saja, mau sampah basah, sampah kering, itu habis dibakar di situ. Karena itu sudah canggih, bakarannya bisa menghasilkan listrik," imbuhnya.

Terkait lahan kosong yang kerap digunakan warga sebagai tempat pembuangan sampah liar, Isnawa menyarankan lahan itu dijual kepada pemerintah. Dia menyebut Pemprov DKI Jakarta akan bersedia membeli lahan warga yang sudah telanjur dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

"Saran saya kalau ada lahan yang jadi tempat pembuangan sampah liar, pemiliknya tahu, sekalian saja diusulkan dibeli Pemda DKI. Nanti kita beli kita bikinin tempat sampah di situ. Warga karena kebiasaan, tahunya itu tempat sampah, padahal itu bukan tempat sampah," ujarnya.



Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta area kolong Jalan Tol Tanjung Priok itu dipagari. Menurutnya, jika tak dipasangi pagar, lokasi tersebut berpotensi terus menjadi lokasi pembuangan sampah. Hal itu berdampak buruk pada masyarakat.

"Karena kalau tidak dipagarin pasti akan digunakan oleh masyarakat untuk... ya kalau misalnya dipakai untuk beraktivitas sih nggak apa-apa, tapi kalau dipakai untuk membuang sampah itu sangat tidak higienis, malah bisa menjadi ancaman bagi masyarakat," ujarnya. (abw/bag)